Studi Terbaru: Gegara Medsos, Gen Z di AS Semakin Tidak Bahagia

Ilustrasi Gen Z di AS yang semakin tidak bahagia/Foto : Dok. Adobe Stock Ilustrasi Gen Z di AS yang semakin tidak bahagia/Foto : Dok. Adobe Stock

Amerika Serikat, GPriority.co.id – Sebuah laporan terbaru mengungkap fenomena mengkhawatirkan, di mana generasi muda atau Gen Z di Amerika Serikat semakin tidak bahagia dibandingkan Gen Z di negara lain.

Dilansir dari laporan NY Post, temuan ini menjadi sorotan dalam laporan tahunan World Happiness Report 2026 yang menunjukkan adanya kesenjangan kebahagiaan global di kalangan anak muda.

Berdasarkan laporan tersebut, tingkat kebahagiaan anak muda justru meningkat di banyak negara dalam satu dekade terakhir. Namun tren sebaliknya terjadi di Amerika Serikat. Begitupun dengan Gen Z di Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Mereka dilaporkan mengalami penurunan kesejahteraan mental yang signifikan.

Data menunjukkan bahwa posisi Amerika Serikat dalam peringkat kebahagiaan global terus merosot. Dari sebelumnya berada di posisi ke-15 pada 2022, kini turun ke peringkat 23 pada 2026. Penurunan ini sebagian besar dipengaruhi oleh rendahnya tingkat kebahagiaan di kalangan generasi muda.

Para peneliti menilai bahwa kondisi ekonomi dan sosial menjadi faktor utama. Prospek pekerjaan dan kepemilikan rumah yang semakin sulit, ditambah meningkatnya polarisasi sosial, membuat banyak anak muda merasa pesimis terhadap masa depan.

Fenomena ini juga memperkuat temuan sebelumnya bahwa generasi muda di negara berbahasa Inggris cenderung lebih tidak bahagia dibandingkan generasi tua di negara yang sama.

Medsos Jadi Faktor Utama Penyebabnya

Salah satu faktor yang diduga kuat berkontribusi adalah penggunaan media sosial. Rata-rata remaja di Amerika menghabiskan sekitar 4,8 jam per hari di platform digital.

Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dalam durasi moderat justru berkaitan dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi dibandingkan penggunaan berlebihan atau tidak sama sekali. Hal ini menunjukkan bahwa bukan hanya durasi, tetapi juga cara penggunaan media sosial yang berpengaruh.

Namun, media sosial juga kerap dikaitkan dengan meningkatnya kecemasan, depresi, dan perbandingan sosial yang tidak sehat di kalangan Gen Z.

Berbeda dengan Amerika, anak muda di berbagai negara lain justru menunjukkan peningkatan kebahagiaan. Negara seperti Finlandia bahkan kembali menempati posisi teratas sebagai negara paling bahagia di dunia selama sembilan tahun berturut-turut.

Selain itu, beberapa negara seperti Israel, Slovenia, hingga Arab Saudi memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan bahwa kesejahteraan generasi muda tidak hanya bergantung pada kekuatan ekonomi, tetapi juga faktor sosial seperti hubungan komunitas dan stabilitas kehidupan.

Meski secara historis tingkat kebahagiaan manusia mengikuti pola “U-shape”, di mana usia muda merupakan fase paling bahagia, namun kini pola tersebut mulai berubah. Anak muda justru menjadi kelompok dengan tingkat stres dan ketidakbahagiaan tertinggi.

Menurut laporan The Times, penelitian terbaru menunjukkan bahwa usia 20-an kini menjadi periode paling rentan secara emosional dibandingkan kelompok usia lainnya. Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari tekanan ekonomi, ketidakpastian masa depan, hingga dampak pandemi yang masih terasa.