Studi Ungkap Terlalu Cepat Beri Gadget ke Anak Picu Obesitas dan Depresi

Ilustrasi anak-anak yang bermain gawai/gadget/Foto : Ilustrasi Dok. Shutterstock Ilustrasi anak-anak yang bermain gawai/gadget/Foto : Ilustrasi Dok. Shutterstock

Jakarta, GPriority.co.id – Di zaman serba teknologi saat ini, banyak orang tua yang dengan mudahnya memberikan gadget kepada anak mereka. Meski gadget memiliki dampak positif sebagai media pembelajaran, namun studi terbaru mengungkapkan bahwa terlalu cepat memberi gadget ke anak juga dapat memicu obesitas dan depresi.

Dilansir dari laporan NY Post, terlalu sering bermain gadget bukan hanya dapat meningkatkan ketegangan mata, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan, terlebih bagi anak-anak.

Studi yang diterbitkan pada hari Senin (1/12) lalu di jurnal Pediatrics tersebut menemukan bahwa anak-anak yang diberi gadget sebelum usia 12 tahun berpotensi besar mengalami depresi, obesitas, serta kebiasaan tidur yang buruk, ketimbang mereka yang tidak diberikan gadget.

Dalam studi tersebut, para peneliti melibatkan 10.500 anak dalam penelitian bertajuk, ‘Perkembangan Kognitif Otak Remaja’. Studi ini meihat jangka panjang penggunaan gadget terhadap perkembangan otak anak-anak.

Hasilnya, anak-anak yang diberi gadget sebelum usia 12 tahun kurang bersosialisasi, olahraga, hingga tidur. Penelitian sebelumnya di tahun 2023 menemukan bahwa anak-anak dengan rentang usia 11-12 tahun yang memainkan gadget di kamar tidur mereka hampir 17 persen terbangun karena adanya notifikasi.

Sementara itu, lebih dari 80 persen anak-anak berusia 11-17 tahun tidak menjalankan aktivitas fisik harian yang disarankan karena lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget mereka. Padahal kebiasaan sering duduk hingga tidak aktif bergerak dapat memperburuk kesehatan dan perilaku soal anak-anak.

Padahal, masa remaja menjadi masa penting untuk pertumbuhan. Peneliti menyebut, pola ini memiliki efek panjang pada kesehatan mental dan fisik anak.

“Saat anda memberikan ponsel kepada anak, anda perlu menganggapnya sebagai sesuatu yang penting bagi kesehatan anak. Bersikaplah sewajarnya,” ujar Dr. Ran Barzilay, penulis utama studi tersebut sekaligus psikiater anak dan remaja di Rumah Sakit Anak Philadelphia.

Di tahun 2024, 3 dari 4 Gen Z menyebut media sosial memperburuk kesehatan mental mereka. Laporan menyebut, aplikasi populer seperti Instagram dan TikTok, membuat mereka lebih cemas dan stres.

Oleh sebab itu, beberapa ahli menyarankan orang tua untuk memberi gadget saat anak sudah dapat bertanggung jawab dan lebih dewasa secara emosional. Orang tua juga harus memperhatikan durasi bermain gadget anak. Sebab penelitian menekankan jika penggunaan teknologi dalam jangka panjang dapat berdampak negatif pada bayi dan balita, termasuk perilaku sosial mereka.