Tempe, Jaranan, Hingga Teater Mak Yong Diajukan ke UNESCO

Tempe, Jaranan, Hingga Teater Mak Yong Diajukan ke UNESCO Tempe, Jaranan, Hingga Teater Mak Yong Diajukan ke UNESCO

Jakarta, GPriority.co.id – Indonesia memiliki kebudayaan dalam jumlah yang tak terhingga, hingga bisa menjadi kebanggaan bagi masyarakatnya. Belum lama ini, tempe, jaranan, hingga Teater Mak Yong diajukan ke UNESCO olek Kementerian Kebudayaan.

Tempe, jaranan, hingga Teater Mak Yong akan didaftarkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan, kepada badan PBB untuk kebudayaan UNESCO.

Tempe dipilih karena merupakan makanan sehat kebanggaan Indonesia yang telah populer berbagai belahan dunia. Pengajuan tempe sebagai warisan budaya takbenda merupakan langkah besar untuk mendukung tempe sebagai bagian dari identitas budaya nasional yang memiliki dampak luas.

Dari sisi lain, Teater Mak Yong diajukan oleh Kementerian Kebudayaan sebagai warisan budaya takbenda, yang merupakan ekstensi dari Mak Yong Malaysia.

Sementara seni pertunjukan dan ritual jaranan diusulkan oleh Indonesia bersama Suriname. Nominasi bersama ini mencerminkan komitmen terhadap ikatan sejarah dan hubungan antarmasyarakat, yang menghubungkan kedua negara. Yaitu budaya Jawa yang berkembang di Suriname.

Reog Ponorogo Diajukan ke UNESCO

Sebelumnya, Kementerian Kebudayaan juga telah mengajukan tiga warisan budaya sebagai warisan budaya takbenda pada Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada Desember 2024.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon membeberkan Ketiga warisan budaya yang akan diajukan sebagai warisan budaya takbenda dunia adalah Reog Ponorogo, alat musik Kolintang serta pakaian kebaya.

Fadli Zon mengatakan, langkah konkret pengajuan warisan budaya menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga, melestarikan dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.

Selain itu, inisiatif ini untuk menceritakan kembali jejak budaya serta memperkenalkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam warisan budaya tersebut, misalnya nilai mengajarkan kebersamaan, gotong royong dan penghormatan terhadap keberagaman.

Editor: Novita Intan

Foto : Dok. ANTARA