Tuai Pro-Kontra, untuk Pertama Kalinya Arab Saudi Gelar Peragaan Busana Model Pakaian Renang

Jakarta, GPriority.co.id – Untuk pertama kalinya, Arab Saudi mengadakan peragaan busana yang menampilkan model pakaian renang pada hari Jumat (24/5) kemarin. Inovasi ini pun kemudian menuain pro-kontra, mengingat bahwa negara dengan mayoritas muslim itu identik dengan aturan dimana perempuan wajib mengenakan jubah abaya yang menutupi tubuh atau aurat mereka.

Peragaan busana ini diselenggarakan dengan berlatarbelakang tepi kolam renang yang menampilkan karya desainer Maroko, Yasmina Qanzal. Pakaian renang yang ditampilkan pun didominasi oleh warna merah, krem, dan biru. Para model pun menggunakan pakaian renang yang terbuka.

“Memang benar negara ini sangat konservatif. Namun kami mencoba menampilkan pakaian renang elegan yang mewakili dunia Arab,” kata Qanzal seperti dikutip dari media AFP.

“Saat kami datang ke sini, kami paham bahwa peragaan busana baju renang di Arab Saudi adalah momen bersejarah, karena ini pertama kalinya kami mengadakan acara seperti itu,” ujar Qanzal lebih lanjut seraya menambahkan bahwa merupakan ‘suatu kehormatan’ saat dirinya bisa terlibat dalam acara peragaan busana tersebut.

Peragaan busana tersebut berlokasi St Regis Red Sea Resort, yang terletak di lepas pantai barat Arab Saudi. Resort ini merupakan bagian dari Red Sea Global, salah satu proyek raksasa yang merupakan jantung dari program reformasi sosial dan ekonomi Visi 2030 Arab Saudi, yang diawasi oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Pangeran Mohammed sendiri menjadi perbincangan, setelah dinilai memiliki aturan yang nyeleneh di Arab Saudi.

Diantaranya, mengesampingkan kehadiran polisi agama yang biasa mengusir laki-laki yang berada di mal untuk kemudian pergi beribadah, memperkenalkan kembali bioskop, serta menyelenggarakan festival musik campuran.

Dengan adanya peragaan busana renang untuk pertama kalinya di Arab Saudi ini, sosok Shouq Mohammed, seorang fashion influencer asal Suriah mengatakan bahwa hal ini tidaklah mengherankan. Justru sebagai langkah dan upaya dari Arab Saudi untuk membuka diri terhadap dunia dan mengembangkan sektor fashion dan pariwisata.

“Ini pertama kalinya ada peragaan busana baju renang di Arab Saudi, kenapa tidak?” ungkapnya.

Begitupun dengan Raphael Simacourbe, seorang influencer Perancis yang juga hadir pada acara peragaan busana renang tersebut. Ia mengatakan bahwa hal tersebut merupakan pencapaian besar dari Arab Saudi.

“Berani sekali mereka melakukan hal itu hari ini. Makanya saya sangat senang bisa menjadi bagiannya,” ujar Raphael.

Foto : AI-Monitor