Unisba Kena Sasaran Gas Air Mata Polisi, Begini Kronologi dari Mahasiswa

Konfrensi Pers mahasiswa Universitas Islam Bandung. Foto: tangkapan layar Instagram/bemunisba Konfrensi Pers mahasiswa Universitas Islam Bandung. Foto: tangkapan layar Instagram/bemunisba

UJakarta, GPriority.co.id – Universitas Islam Bandung (Unisba) menjadi sasaran penembakan gas air mata oleh aparat kepolisian pada Senin (1/8) malam.

Presiden Mahasiswa Unisba Kamal Rahmatullah menjelaskan, serangan tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Massa aksi diserang oleh aparat hingga ditembaki gas air mata secara tiba-tiba sehingga para mahasiswa masuk kedalam kampus Unisba

“Tiba-tiba ada sekelompok atau segerombol Polisi dan TNI itu tiba-tiba menyerang begitu parah bahwa otomatis Masa aksi sedang dari atas itu berlarian ke dalam. Akhirnya sudah masuk di dalam ada yang juga menembakkan gas air mata begitu,” kata Kamal dalam konfrensi persnya, Selasa (2/9).

Sebelum kejadian, Kamal mengatakan, mahasiswa tengah melakukan evakuasi peserta aksi terluka maupun sesak napas akibat gesekan yang terjadi di Gedung DPRD Jawa Barat. Evakuasi dilakukan karena Unisba menjadi posko medis.

“Nah saya kira ketika, karena saya stay di sini juga dengan kawan-kawan, untuk sama-sama membersamai kawan-kawan yang akhirnya terluka, saya cek dan saya sepenglihatan kawan-kawan pun, tidak ada anak-anak SMP begitu. Semua pure masa aksi. Masa aksi itu mahasiswa? Ya,” ungkapnya.

Terkait pemblokiran jalan, Kamal menuturkan langkah ini untuk mensterilkan area kampus sebagai lokasi evakuasi. “Karena agar mempercepat mobilitas daripada evakuasi, untuk akhirnya bisa diambil dan diamankan diunggis bahwa begitu,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengakui jika terjadi pelemparan bom molotov saat aksi diluar kampus. Namun, Kamal menyebut yang melempar molotov bukan bagian dari mahasiswa Unisba.

“Kalau misalnya sepenglihatan memang ada, cuman itu di luar dari kampus,” kata dia.

Kamal menyebut, akibat kejadian ini sekitar 10-20 mahasiswa mengalami luka-luka. Ia memastikan korban sudah tertangani dengan baik dan sudah pulih.

“Terkait korban semalam itu ada sekitaran 10 sampai 20 orang. Kalau tadi dicek sampai 10 pagi, itu sudah aman,” ucapnya.