Amerika Serikat, GPriority.co.id – Vatikan secara resmi menolak undangan untuk bergabung dengan Board of Peace (Dewan Perdamaian) yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump. Penolakan ini menandakan ketidaknyamanan atas struktur dan cakupan inisiatif baru tersebut.
Dilansir dari Reuters, Kardinal Pietro Parolin, Sekretaris Negara Takhta Suci dan diplomat utamanya, mengkonfirmasi pada hari Selasa (10/2) lalu bahwa Paus Leo XIV tidak akan berpartisipasi dalam dewan Trump yang disebut-sebut oleh Presiden AS sebagai upaya untuk mewujudkan “Kehebatan Untuk Semua”.
Keputusan ini diambil setelah Paus diundang bulan lalu untuk mengambil bagian dalam dewan tersebut, yang awalnya dirancang untuk mengawasi upaya rekonstruksi di Gaza tetapi sejak itu telah berkembang menjadi badan perdamaian global yang lebih luas.
Nyatakan keprihatinan atas peran PBB
Berbicara kepada wartawan setelah acara peringatan Pakta Lateran, Kardinal Parolin mengatakan Vatikan merasa bingung dengan beberapa elemen dari proposal tersebut dan mengatakan bahwa isu-isu penting masih perlu diselesaikan.
Ia menekankan bahwa manajemen krisis di tingkat internasional harus tetap berada di bawah wewenang Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Salah satu poin yang kami tekankan adalah bahwa di tingkat internasional, PBB-lah yang seharusnya mengelola situasi krisis ini. Ini adalah salah satu poin yang kami tekankan,” ujar Kardinal Parolin.
Dewan tersebut, yang diketuai tanpa batas waktu oleh Trump, dilaporkan akan memungkinkan presiden untuk menunjuk anggota, membentuk agenda, dan mengawasi keuangan. Struktur tersebut telah menimbulkan kekhawatiran dari beberapa pemerintah dan diplomat yang khawatir hal itu dapat mengesampingkan mekanisme internasional yang ada.
Inggris, Prancis, dan Norwegia juga menolak bergabung, sementara Italia dan Uni Eropa mengindikasikan bahwa mereka mungkin hanya akan berpartisipasi sebagai pengamat.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin yang merupakan penjahat perang dan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, yang kadang-kadang disebut sebagai ‘diktator terakhir Eropa’, telah diundang untuk bergabung.
Gedung Putih Beri Komentar
Gedung Putih menggambarkan keputusan Vatikan sebagai hal yang sangat disayangkan. Sekretaris Pers Karoline Leavitt mengecam penolakan Paus untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian, dan mengatakan bahwa upaya perdamaian seharusnya tidak menjadi “partisan atau politis.”
Leavitt menekankan, Board of Peace merupakan badan internasional yang sah dan banyak negara telah berpartisipasi di dalamnya.
“Ini adalah organisasi yang sah di mana terdapat puluhan negara anggota dari seluruh dunia, dan kami pikir itu adalah keputusan yang disayangkan,” katanya.
Sebagai informasi, sidang perdana Board of Peace diselenggarakan pada hari ini, Kamis (19/2) di Washington, Amerika Serikat.
