10 Desa di Perbatasan RI-Malaysia Resmi Menjadi Kecamatan Baru, Kepala Desa: Terimakasih Ibu Bupati

Nunukan, Gpriority – Masyarakat 10 desa di perbatasan RI-Malaysia antusias menyambut peresmian Kecamatan Lumbis Hulu oleh Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid.

Rombongan masyarakat berdatangan hadir pada acara syukuran yang langsung dipimpin oleh Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid di Desa Tau Lumbis, Kecamatan Lumbis Hulu, Kabupaten Nunukan, Kamis, (27/08/20).

Melalui kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, Desa Tau Lumbis yang termasuk dari 10 desa, di tunjuk sebagai Ibu Kota Kecamatan Lumbis Hulu.

Kepala Desa Tau Lumbis Marten Losong mewakili masyarakat mengatakan, sangat berterimakasih dengan kedatangan Bupati Laura beserta rombongan, dalam upacara syukuran Kecamatan Lumbis Hulu.

“Terimakasih kepada Bupati Laura beserta rombongan, kami merasa senang Bupati bisa hadir di tengah-tengah kami dalam syukuran kecamatan yang ke-21. Tempat kami ini di Kabupaten Nunukan paling ujung berbatasan langsung dengan Indonesia-Malaysia,” ungkap Marten.

“jarang-jarang kepala daerah mau datang ke wilayah Kecamatan Lumbis Hulu, bagian Utara, karena wilayah ini, merupakan ujungnya Nunukan,” tambah Marten.

Sebagai informasi, berdasarkan data melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dan Disdukcapil Nunukan, mencatat untuk Kecamatan Lumbis Hulu terdiri atas 10 Desa, dengan 1.000 jiwa penduduk dan jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 350 KK. Sebelumnya, daerah tersebut bernama Lumbis Ogong berganti menjadi Kecamatan Lumbis Hulu.

Tambahan informasi, untuk menuju Desa Tau Lumbis, dari Mansalong (Ibukota Kecamatan Lumbis) hanya bisa ditempuh dengan transportasi air menggunakan perahu mesin tempel/ Long Boat menyusuri sungai dengan dengan menempuh waktu kurang lebih 8 jam.

Sementara, Plt. Camat Lumbis Hulu, Justinus mengatakan, saat ini warga telah memiliki identitas pengenal seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK), sebagai warga Kecamatan Lumbis Hulu.

Dirinya juga berterimakasih kepada Bupati Laura beserta rombongan atas kehadirannya di Lumbis Hulu dalam rangka syukuran Kecamatan baru tersebut.

“Terima kasih kepada Ibu Bupati dan rombongan yang sudah hadir ke daerah ini. Di mana daerah kami ini sangat jauh dan terpencil di daerah perbatasan, beginilah situasi dan kondisi kami masyarakat perbatasan sebagai patok hidup di wilayah NKRI,” kata Justinus, Senin (31/08/20) melalui telepon seluler.

Lebih lanjut, Bupati Laura menyampaikan tujuan peresmian kecamatan baru tersebut, yakni sebagai langkah memajukan suatu daerah dan perlunya pengembangan serta langkah nyata dari pemerintah sebagai perpanjangan tangan pembangunan.

“Ada harapan yang mulai dapat tergambar secara jelas dari wilayah ini, di mana ada harga diri bangsa yang dipertahankan di sini,” jelas Laura.

Selain itu, Bupati Laura turut menandatangi Prasasti Tugu Bintor, yang merupakan sebuah tugu dengan desain etnik khas Lumbis Hulu yang menjadi penanda lahirnya Kecamatan Lumbis Hulu.

Dirinya juga menyampaikan bahwa langkah terdekat yang akan di laksanakan Pemkab Nunukan yakni terkait rencana pembangunan PLBN Labang dengan anggaran sekitar Rp 244 miliar oleh Pemerintah pusat yang saat ini pada tahap proses lelang.

Adapun dampak dari pembangunan PLBN Pos Lintas Batas Negara ini, bermuara kepada kemajuan daerah dan secara khusus kesejahteraan masyarakat yang ada di perbatasan.

“Saya berharap, dengan kehadiran PLBN Labang ini nanti benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang ada di perbatasan. Tentunya dengan terbukanya lapangan pekerjaan baru untuk putra-putri daerah dan peluang usaha seperti jasa transportasi, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” terang Laura.#(ar/ FBI)

Related posts