24 April Pintu Masuk Yogyakarta Ditutup

Yogyakarta,gpriority-Sesuai PermenHum RI No.18 tahun 2020 tentang pengendalian transportasi dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Dinas perhubungan DIY terus melakukan pemantauan dan pendataan bagi kendaraan-kendaraan yang memasuki wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Seperti apa mekanisme pemantauan dan pendataan kendaraan yang masuk ke daerah DI Yogyakarta, Kepala Bidang Keselamatan dan Teknologi Transportasi Dinas Perhubungan DI Yogyakarta Didit Suranto mengatakan, “Pemantauan dan pendataan dititik-titik masuk DI Yogyakarta dibagi 3 lokasi. Lokasi Tepel dari sektor utara, lokasi prambanan dari sektor Timur, dan sektor barat dari Congot. Sedangkan mekanisme pelaksanaan nya kita bekerja sama dengan satuan tugas-tugas ini terdiri dari pihak kepolisian, pihak TNI, dinas perhub Kabupaten, dinas perhub provinsi DIY, merapi. Sedangkan yang kita pantau ini adalah terutama kendaraan dari luar yakni kendaraan pribadi. Ketentuan-ketentuan apabila kendaraan pribadi ini secara normal sit nya ada 7 maka saya di himbau pengemudi maupun penumpang nya maksimal itu 50% yakni 3 orang. Sedangkan untuk driver maupun penumpang kita persyaratkan harus pakai masker. Dan juga masih ada beberapa pengemudi yang memang lupa tidak pakai masker, kita berupaya memberikan masker. Sedangkan untuk bis terutama bis akap harus layak jalan. Yang kedua juga penumpang nya harus 50% dari jumlah sit yg ada. Sedangkan untuk kendaraan yang roda dua ini pun juga kita himbau juga, mereka yang tidak pakai masker harus kami berhentikan dan kita beri informasi, Kami juga berupaya memberikan masker.”

Terkait dengan pernyataan presiden Joko widodo yang melarang seluruh warga untuk mudik ke kampung halaman, Didit Suranto mengatakan Dishub DIY pada tanggal 24 April 2020 juga akan menutup pintu masuk ke semua wilayah DI Yogyakarta bagi para pemudik dan pendatang dari Jabodetabek dan daerah yang masuk zona merah.

” Dinas penghubungan selaku perwakilan dari pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta meng himbau, jangan sampai mudik. kasihani saudara-saudara kita atau orangtua kita yang ada di daerah dan juga bagaimana kita sama-sama untuk memutus tali penyebaran dari Covid-19 ini,” tutup Didit Suranto. (Hs)

Related posts