3 PLTU Milik PLN Raih Penghargaan Internasional


Tiga Pembangkit Listrik Tenaga Uap milik PLN berhasil meraih penghargaan internasional dari ASEAN Coal Awards 2021 untuk teknologi batu bara ramah lingkungan yang digelar di Filipina.

ASEAN Coal Awards merupakan bagian dari kampanye pemanfaatan teknologi batu bara yang ramah lingkungan di Asean yang digelar setiap dua tahun sekali.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengapresiasi kemenangan PLN dalam Coal Awards 2021. Dia berharap penghargaan ini akan menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja secara nasional, regional maupun global.

“Serta mendukung promosi penggunaan batubara yang bersih lingkungan secara berkelanjutan di ASEAN,” ujarnya, melalui rilis tertulis, Kamis (16/09/2021).

Sementara itu, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Agung Murdifi, menyampaikan terima kasih atas pengakuan terhadap operasi pembangkit milik PLN yang dinilai ramah lingkungan.

“Ini merupakan penghargaan bagi seluruh insan PLN di garda depan, yang selalu berdedikasi menerangi negeri serta berupaya bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga bumi,” ujarnya.

Adapun 3 PLTU tersebut diantaranya PLTU Lontar atau Banten 3 Lontan, PLTU Anggerek Gorontalo, dan PLTU Jateng 2 Adipala Operation and Maintenance Services Unit (OMU).

Diketahui, Indonesia berpartisipasi dengan mengirimkan 10 peserta kategori Best Practice (coal mining, clean coal use and technology for power generation, dan coal distribution), Corporate Social Responsibility, dan Special Submission. Secara keseluruhan ada sembilan nominasi dari Indonesia yang berhasil meraih penghargaan.


1. PLTU Lontar

Sudah beroperasi sejak 2012 lalu di Tangerang, Banten. Menggunakan metode Co-firing, biomassa berbasis enceng gondok dan sampah dicampur dengan batu bara. PLTU Lontar 3×315 MW di bawah pengelolaan Anak Usaha PLN, PT Indonesia Power meraih juara pertama segmen daya 100-500 MW untuk kategori Best Practices in Clean Coal Use and Technology for Medium Scale Power Generation.

2. PLTU Anggrek Gorontalo

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Anggrek 2×25 MW meraih juara pertama segmen pembangkit di bawah 100 MW untuk kategori Best Practices in Clean Coal Use and Technology for Small Scale Power Generation. Berada di bawah Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (UIKL) Sulawesi, Unit Pelaksana Pengendali Pembangkit (UPDK) Gorontalo.

PLTU Gorontalo berkapasitas 2 x 25 MW dikerjakan oleh putra-putri terbaik Indonesia dari PT Rekadaya Elektrika, yang merupakan perusahaan kontraktor Engineering, Procurement and Construction (EPC) ketenagalistrikan dalam PLN Grup. PLTU Anggrek 2×25 MW diresmikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa pada 15 Agustus 2020 lalu.

3. PLTU Jateng 2 Adipala OMU

Pada segmen daya besar 500 MW ke atas, PLTU Jateng 2 Adipala Operation and Maintenance Services Unit (OMU) berkapasitas 1×660 MW. Berada di bawah pengelolaan Indonesia Power, pembangkit ini meraih posisi 1st Runner-Up untuk kategori Best Practices in Clean Coal Use and Technology for Large Scale Power Generation. PLTU Jawa Tengah 2 Adipala OMU, merupakan pembangkit yang menggunakan Supercritical Boiler dengan tekanan uap mencapai 25.4 MPa. (Dwi.foto.dok.PLN)

Related posts