5 Penanganan Kemiskinan Kunci Penurunan Stunting

Jakarta,Gpriority-Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.

Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. Tidak jarang masyarakat menganggap kondisi tubuh pendek merupakan faktor genetika dan tidak ada kaitannya dengan masalah kesehatan. Faktanya, faktor genetika memiliki pengaruh kecil terhadap kondisi kesehatan seseorang dibandingkan dengan faktor lingkungan dan pelayanan kesehatan.

Biasanya, stunting mulai terjadi saat anak masih berada dalam kandungan dan terlihat saat mereka memasuki usia dua tahun. Stunting memiliki gejala-gejala yang bisa Anda kenali, misalnya:

1.Wajah tampak lebih muda dari anak seusianya.
2.Pertumbuhan tubuh dan gigi yang terlambat.
3.Memiliki kemampuan fokus dan memori belajar yang buruk.
4.Pubertas yang lambat.
5.Saat menginjak usia 8-10 tahun, anak cenderung lebih pendiam dan tidak banyak melakukan kontak mata dengan orang sekitarnya.
6.Berat badan lebih ringan untuk anak seusianya.

Pihak Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas masyarakat Indonesia. Untuk itulah pemerintah Indonesia akan terus menuntaskan masalah stunting meskipun pada saat ini tengah berhadapan dengan keterbatasan akibat Covid-19.

“ Kami tidak akan setengah-setengah dalam menuntaskan stunting.Segala daya upaya akan kami kerahkan untuk menurunkan angka stunting hingga ke level 14 di tahun 2024,” ucap Menko PMK Muhadjir Efendy dalam sambutannya saat meresmikan Gedung Pusat Pelayanan Gizi Terpadu di Kabupaten Bantaeng , Sulawesi Selatan pada (2/3/2021).

Lebih lanjut dikatakan Muhadjir salah satu kunci dalam mengatasi masalah stunting adalah penanganan kemiskinan. Untuk itulah ada 5 cara yang dilakukan pemerintah untuk mengatasinya.

1.Memberikan bantuan kepada masyarakat tidak mampu melalui bantuan sosial,bantuan tunai langsung, program sembako, dan program keluarga harapan.

2.Melakukan pendekatan kesehatan melalui program puskesmas gratis, pemberian gizi gratis melalui posyandu.

3.Mengembangkan keterampilan layanan usaha.

4.Membuka lapangan pekerjaan baru.

5,Mencegah pernikahan dini.

Muhadjir berharap langkah yang diambil oleh pemerintah bisa mengentaskan kemiskinan, sehingga target penurunan stunting hingga level 14 di tahun 2024 bisa terwujud.(Hs)

Related posts