Jakarta, GPriority.co.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memastikan penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG), akan tetap berjalan saat Ramadan tahun 2026.
Sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Selasa (20/1), format penyaluran MBG saat Ramadan 2026 akan sama dengan tahun 2025, yaitu dengan membagikan makanan siap saji yang bisa dikonsumsi setelah waktu berbuka puasa.
Di dalamnya, akan tersedia roti, telur, sereal, serta kurma. Kendati demikian, Dadan menegaskan bahwa BGN telah meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), untuk menyiapkan menu yang lebih berkualitas.
“Seperti di tahun lalu, untuk daerah yang mayoritas berpuasa, maka akan dibagikan pada saat jam sekolah. Ketika pulang, mereka membawa makanan itu,” ujar Dadan.
“Makanannya yang siap santap dan tahan hingga 12 jam. Sehingga, untuk yang puasa dikonsumsinya saat buka,” lanjutnya.
Di sisi lain, bagi siswa yang berada di wilayah dengan mayoritas penduduk yang tak menjalankan puasa, MBG akan disalurkan seperti bisa tanpa adanya perubahan mekanisme.
“Semua baik yang puasa maupun tidak puasa (tetap diutamakan penyalurannya). Hanya saja mekanismenya yang berbeda. Kalau di daerah yang tidak puasa kan normal seperti hari biasa. Untuk daerah yang puasa, makanannya siap santap dibawa untuk dikonsumsi saat buka,” jelasnya.
Lebih lanjut Dadan menyebut, BGN juga menargetkan MBG dibagikan untuk ibu hamil serta balita. Hal inilah yang menjadi alasan MBG tetap berjalan saat hari libur dan bulan Ramadan. Pasalnya, pemerintah menjadikan ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita (3B), sebagai target utama penerima manfaat MBG saat momentum ini.
Dadan menjelaskan, papda 2026 BGN akan memberikan perhatian ekstra pada 1.000 hari pertama kehidupan, guna mencegah terjadinya stunting. Ia pun merasa optimis jika langkah yang dilakukan saat ini dapat membuahkan hasil dalam 20 tahun ke depan.
Sebelumnya, publik sempat dihebohkan dengan mekanisme pembagian makanan siap saji dalam program MBG untuk siswa saat sedang libur natal dan tahun baru. Tak sedikit masyarakat yang mempertanyakan, mengapa program MBG tetap dilaksanakan saat libur.
Sebagai jawaban, pihak BGN menyebut jika mereka tetap berpegang pada Pedoman Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG, dan menetapkan bahwa pelayanan MBG bagi golongan 3B tak boleh mengalami jeda, karena membutuhkan asupan gizi secara rutin.
