Iran, GPriority.co.id – Serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel kembali mengguncang Iran, dengan salah satu target utama adalah Bandara Khorramabad di wilayah barat negara tersebut. Serangan ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang terus memanas antara Iran dan aliansi Barat dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut laporan media pemerintah Iran yang dikutip berbagai kantor berita internasional, Bandara Khorramabad di Provinsi Lorestan menjadi sasaran serangan pada Selasa (7/4/) kemarin. Ledakan dilaporkan terjadi di sejumlah titik strategis, termasuk fasilitas penerbangan dan infrastruktur penting lainnya.
Selain Khorramabad, serangan juga dilaporkan menyasar beberapa lokasi lain, seperti Teheran dan kota Qom. Bandara Mehrabad di ibu kota bahkan disebut turut terdampak dalam gelombang serangan yang sama, menunjukkan bahwa operasi militer ini dilakukan secara luas dan terkoordinasi.
Seorang pejabat senior di Provinsi Lorestan, Saeid Pourali, mengonfirmasi serangan ini.
“Bandara Shahidan Khorramabad menjadi sasaran serangan udara oleh musuh Amerika-Zionis,” ungkapnya seperti dikutip media pemerintah Iran melalui kantor berita IRNA.
Ia juga menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam serangan yang terjadi pada pagi hari tersebut. Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun serangan menyasar infrastruktur penting, dampak langsung terhadap korban manusia masih terbatas pada insiden di lokasi tersebut.
Kendati demikian, laporan lain menyebutkan bahwa serangan di wilayah lain Iran telah menyebabkan korban jiwa. Media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya 18 orang tewas akibat serangan di daerah permukiman di provinsi Alborz, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Serangan terhadap Bandara Khorramabad ini merupakan bagian dari gelombang serangan yang lebih luas terhadap infrastruktur Iran. Selain bandara, target lain mencakup fasilitas energi, jalur transportasi, dan instalasi militer.
Militer Israel Targertkan Puluhan Situs Infrastruktur Iran
Secara terpisah, militer Israel menyatakan telah meluncurkan “gelombang serangan skala luas yang menargetkan puluhan situs infrastruktur”. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa strategi serangan tidak hanya terbatas pada target militer, tetapi juga mencakup fasilitas pendukung yang dianggap vital bagi operasional negara.
Serangan ini terjadi sehari setelah Israel juga menggempur sejumlah bandara di Teheran, termasuk fasilitas yang diduga digunakan oleh militer Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Dalam operasi tersebut, sejumlah pesawat dan helikopter dilaporkan hancur, yang disebut telah melemahkan kemampuan udara Iran, menurut laporan Wall Street Journal.
Di tengah situasi yang semakin memburuk, sejumlah negara telah mencoba mendorong gencatan senjata. Namun, Iran dilaporkan menolak proposal awal dan mengajukan syarat tambahan, termasuk kompensasi atas kerusakan dan kendali atas jalur strategis seperti Selat Hormuz.
Serangan terhadap Bandara Khorramabad menjadi simbol penting dari eskalasi konflik ini, karena menunjukkan bahwa infrastruktur sipil kini ikut terdampak. Para analis menilai bahwa pola serangan yang menyasar fasilitas publik berpotensi meningkatkan risiko korban sipil serta memperluas dampak kemanusiaan.
