Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan sebanyak 2,3 juta anak di Indonesia belum pernah menerima imunisasi sama sekali atau masuk dalam kategori zero dose.
Data tersebut merupakan akumulasi selama tiga tahun terakhir, yakni periode 2023 hingga 2025. Pada 2023 tercatat sebanyak 372.962 anak tidak pernah menerima imunisasi. Angka itu meningkat pada 2024 menjadi lebih dari 973.378 anak, dan pada 2025 tercatat lebih dari 959.990 anak.
Direktur Imunisasi Kemenkes RI, dr. Indri Yogyaswari, mengatakan kondisi ini membuat Indonesia menempati peringkat ke-6 dengan jumlah anak zero dose tertinggi di dunia.
“Ini angka kita sampai 2025 itu ada 2,3 juta anak belum di imunisasi sampai umur 12 tahun. Di internasional kita itu urutan ke-6 yang paling tinggi. Bahkan kita juara jelek, kita juara jelek daripada Angola di Afrika. Kita lebih jelek dari Sudan. Padahal dari sisi income country kita itu harusnya diatas, tapi dari sisi ini kita juara. Itu agak ironis,” kata dr. Indri, dalam acara NgoPI “Ngobrolin Pekan Imunisasi” di Kantor Kemenkes RI, Rabu (8/4).
Lebih lanjut, dr. Indri menjelaskan bahwa zero dose merupakan kondisi ketika seorang anak belum atau tidak mendapatkan imunisasi rutin apa pun. Secara operasional, kategori ini ditentukan jika seorang anak belum menerima imunisasi DPT-1 (Difteri, Pertusis, dan Tetanus dosis pertama).
Ia mengatakan Kemenkes menggunakan indikator DPT-1 karena dalam 12 bulan pertama kehidupan, dari total 13 antigen imunisasi yang ada, setidaknya anak seharusnya sudah menerima imunisasi DPT.
“Kita memang memakai DPT-1 karena harapannya dalam 12 bulan itu harusnya dari 13 antigen yang ada, paling tidak DPT itu dapat. DPT itu kita tergetkan di usia 2, 3 dan 4 tahun. Jadi kalau ada anak umur 12 bulan belum sama sekali dapat DPT-1, bisa dijamin dia gak dapat yang lainnya,” jelasnya.
la menambahkan, capaian imunisasi lengkap pada anak dalam tiga tahun terakhir, yakni periode 2023 hingga 2025, juga mengalami penurunan signifikan.
Data Kemenkes menunjukkan cakupan imunisasi bayi lengkap pada 2023 mencapai 95,3 ribu. Angka tersebut kemudian menurun menjadi 87,7 ribu pada 2024, dan kembali turun menjadi 80,2 ribu pada 2025.
Penurunan juga terjadi pada cakupan imunisasi baduta lengkap. Pada 2023 jumlahnya tercatat 86,6 ribu, meningkat menjadi 87,3 ribu pada 2024, namun kembali menurun menjadi 77,2 ribu pada 2025.
