UEA, GPriority.co.id – Kebakaran besar melanda kawasan Fujairah Oil Industry Zone (kilang minyak) di Emirat Fujairah, Uni Emirat Arab, pada Senin (4/5) waktu setempat, setelah otoritas setempat menyatakan bahwa insiden tersebut dipicu oleh serangan drone. Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk.
Menurut laporan Reuters, kebakaran terjadi tak lama setelah adanya serangan udara menggunakan pesawat nirawak yang diduga diluncurkan dari Iran.
Kantor media Fujairah mengonfirmasi bahwa tim pertahanan sipil segera dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan api yang muncul di fasilitas energi strategis tersebut.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian serangan drone dan rudal yang menargetkan infrastruktur vital di Uni Emirat Arab. Serangan ini bahkan menyebabkan korban luka. Tiga warga negara India dilaporkan mengalami cedera akibat kebakaran yang terjadi di area fasilitas minyak tersebut.
Dalam pernyataan resminya, pemerintah UEA mengecam keras insiden tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara serta hukum internasional.
“Tidak akan berkompromi dalam melindungi keamanan dan kedaulatan nasional,” ujar mereka yang juga memperingatkan hak untuk memberikan respons atas serangan tersebut.
Kebakaran di Fujairah ini menjadi perhatian global mengingat pentingnya kawasan tersebut dalam rantai pasok energi dunia. Fujairah dikenal sebagai salah satu pusat penyimpanan dan distribusi minyak terbesar di dunia, dengan kapasitas besar yang mendukung perdagangan energi internasional.
Selain itu, fasilitas ini memiliki posisi strategis karena berada di luar Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang kerap menjadi titik ketegangan militer. Serangan terhadap kawasan ini dinilai sebagai upaya untuk mengganggu jalur alternatif distribusi minyak global.
Serangan terhadap Fujairah merupakan bagian dari eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Teluk. Serangan drone dan rudal yang menghantam fasilitas energi tersebut memicu kebakaran dan meningkatkan kekhawatiran akan stabilitas pasokan minyak dunia.
Sementara itu, pemerintah Iran membantah terlibat langsung dalam serangan tersebut. Dalam beberapa pernyataan terpisah, pihak Teheran menyatakan tidak memiliki rencana untuk menargetkan wilayah UEA, meskipun ketegangan antara kedua pihak terus meningkat.
