Jakarta, GPriority.co.id – Melatih otot Gluteus Maximus atau otot bokong ternyata bukan hanya bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan tubuh, tetapi juga berpotensi membantu menjaga kesehatan metabolisme, fungsi otak, hingga kualitas hidup saat memasuki usia lanjut.
Sejumlah penelitian medis menunjukkan bahwa otot terbesar di tubuh manusia tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang apabila dilatih secara rutin.
Berdasarkan temuan yang dipublikasikan American Diabetes Association (ADA), otot rangka berperan besar dalam menyerap glukosa setelah seseorang makan.
Diperkirakan hingga 80 persen glukosa darah dapat diserap oleh jaringan otot, sehingga menjaga massa dan aktivitas otot dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin serta mendukung pengendalian kadar gula darah.
Karena Gluteus Maximus merupakan otot tunggal terbesar pada tubuh manusia, latihan yang mengaktifkan otot ini dinilai memberikan kontribusi penting terhadap kesehatan metabolik.
Selain manfaat bagi metabolisme, latihan yang melibatkan otot-otot besar juga dikaitkan dengan kesehatan otak. Sejumlah studi neurosains menunjukkan bahwa aktivitas fisik mampu meningkatkan produksi Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF) dan hormon Irisin, dua senyawa yang berperan dalam menjaga fungsi saraf.
Penelitian menjelaskan bahwa BDNF membantu pertumbuhan dan kelangsungan hidup sel-sel saraf, terutama di area hipokampus, yaitu bagian otak yang berperan penting dalam proses belajar dan memori.
Sementara itu, Irisin diduga berkontribusi terhadap berbagai efek positif olahraga terhadap fungsi otak, meskipun mekanisme kerjanya masih terus diteliti.
Manfaat lainnya juga terlihat pada kesehatan lansia. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the American Geriatrics Society menemukan bahwa kekuatan otot tubuh bagian bawah berkaitan dengan kemampuan fungsional, mobilitas, dan risiko kematian pada usia lanjut.
Otot gluteus yang kuat membantu menjaga stabilitas panggul, memperbaiki keseimbangan tubuh, serta menurunkan risiko jatuh yang menjadi salah satu penyebab utama cedera serius pada lansia.
Selain itu, saat otot berkontraksi selama berolahraga, tubuh juga melepaskan myokines, yaitu protein yang berfungsi sebagai molekul sinyal dan diketahui memiliki efek antiinflamasi serta berperan dalam komunikasi antara otot dengan organ lain.
Para ahli menyarankan masyarakat tidak harus berolahraga berat untuk mulai mengaktifkan otot gluteus. Beberapa latihan sederhana yang dapat dilakukan di rumah antara lain bodyweight squat sebanyak 3 set × 12 repetisi, glute bridge sebanyak 3 set × 15 repetisi, dan reverse lunge sebanyak 3 set × 10 repetisi untuk setiap kaki.
Bagi pekerja yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer, para pakar juga menyarankan untuk berdiri, melakukan peregangan, atau berjalan ringan selama sekitar lima menit setiap beberapa jam.
Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu mengurangi dampak negatif duduk terlalu lama sekaligus menjaga aktivitas otot terbesar tubuh agar tetap optimal.
