Jakarta, GPriority.co.id – Wamensos (Wakil Menteri Sosial) Agus Jabo Priyono, belum lama ini menekankan pentingnya pemerintah dalam menetapkan skala prioritas dan program pemberdayaan, untuk memutus rantai kemiskinan.
Agus mengungkapkan, sebanyak 74,51 persen penduduk miskin di tanah air, merupakan lulusan SD. Agus pun mengkorelasikan rendahnya tingkat pendidikan dengan kemiskinan.
Dikutip dari data tunggal dari Sosial Ekonomi Nasional, pemerintah kini dapat mengetahui secara spesifik lokasi dan profil dari warga miskin di tanah air.
Menurut Agus, 64,46 persen anak dari golongan keluarga miskin, akan mewarisi kemiskinan tersebut. Berbekal hal ini, Agus menekankan pentingnya pemerintah untuk membangun skala prioritas dan program pemberdayaan, agar dapat memutus rantai kemiskinan.
Salah satu program yang dibangun pemerintah yaitu “Sekolah Rakyat”. Melalui program ini, pemerintah memastikan agar anak-anak dari keluarga miskin bisa mendapatkan pendidikan secara gratis, namun dengan fasilitas yang terbaik.
Sebelumnya, Presiden Prabowo melalui pidatonya mengungkapkan jika orang tua pemulung, maka anaknya tak harus menjadi pemulung. Oleh karena itu, negara harus dapat bertanggung jawab untuk memutus rantai kemiskinan.
Sekolah Rakyat menjadi program unggulan dari Kementerian Sosial. Program ini akan dimulai perdana secara serentak di 100 titik seluruh Indonesia, bulan Juli mendatang.
Sebelumnya, Mensos (Menteri Sosial) Saifullah Yusuf melaporkan jika pada Mei 2025, telah ada 65 titik di Indonesia yang siap menyelenggarakan program Sekolah Rakyat.
Harapannya, penyelenggaraan Sekolah Rakyat dapat mulai berjalan paling cepat pada Juli 2025 di daerah yang sudah siap infrastruktur dan penunjangnya.
“Jadi insyaallah dengan skema-skema yang sudah dibuat itu kita bisa memenuhi seluruh kebutuhan guru yang ada utamanya dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” imbuh pria yang akrab disapa Gus Ipul itu.
Foto : Dok. Kementerian Sosial
