Gaza, Gpriority.co.id – Pelapor khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM) di wilayah Palestina, Francesca Albanese, mendorong UEFA (Persatuan Sepakbola Eropa) untuk mengeluarkan Israel dari kompetisinya atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Dalam akun X-nya, Albanese menyampaikan, “Mari kita buat olahraga bebas apartheid dan genosida. Satu bola, satu tendangan pada satu waktu.” Hal ini didasari status X milik UEFA yang menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Suleiman al-Obeid, mantan pemain Palestina yang dikenal sebagai “Pelé Palestina.”
“Saatnya mengeluarkan para pembunuhnya dari kompetisi, @UEFA,” Albanese menambahkan. Sebelumnya dalam status X milik UEFA yang menampilkan foto Al-Obeid dan menyebut sebagai pemain bertalenta dari Palestina itu, Mohamed Salah sempat menyindir UEFA.
Dalam postingan UEFA yang menyatakan “Selamat Jalan Suleiman Al-Obeid “Pele Palestina”, seorang berbakat yang memberikan harapan bagi banyak anak bahkan di masa tergelap sekali pun,” Salah berkomentar “Bisakah kalian mengatakan pada kami bagaimana dia tewas, dimana, dan mengapa?”
Suleiman Obeid, adalah seorang pemain sepak bola internasional Palestina yang bermain sebagai penyerang dan pemain sayap. Obeid yang legenda itu juga dikenal sebagai “Pele Palestina”, diambil dari nama pesepakbola Brasil.
Pada 6 Agustus 2025, Obeid ditembak mati oleh pasukan Israel di Gaza saat menunggu bantuan kemanusiaan bersama warga sipil lainnya, menurut Asosiasi Sepak Bola Palestina. Ia meninggalkan seorang istri dan lima orang anak.
Tekanan dan kritik kepada UEFA yang datang dari Albanese maupun Salah sudah sepatutnya dilakukan. UEFA begitu membela Israel tidak seperti yang dilakukannya kepada Rusia. Ketika Rusia menginvasi Rusia, UEFA dengan gerak cepat melarang tim nasional Rusia dan klub-klub Rusia dari semua kompetisi UEFA sebagai akibat dari invasi Rusia ke Ukraina. Larangan ini berlaku untuk tim putra, putri, dan junior, serta klub-klub Rusia.
Foto : Istimewa
