Jakarta, GPriority.co.id – Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri, mengungkapkan tiga indikator utama yang menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan kampung nelayan di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam agenda reses di Daerah Pemilihan (Dapil) VIII Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Menurut Prof. Rokhmin, kesuksesan nelayan dapat diukur melalui tiga aspek, yaitu peningkatan pendapatan nelayan dan kesejahteraan keluarga, kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir, serta keberlanjutan usaha perikanan.
“Kalau tiga hal ini tercapai, maka pembangunan kampung nelayan bisa kita katakan berhasil dan layak jadi model nasional,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.
Legislator PDI Perjuangan itu menekankan pentingnya dukungan menyeluruh dari hulu hingga hilir dalam membangun kampung nelayan. Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) didorong menjadi koordinator utama dalam pengelolaan ekosistem perikanan terintegrasi.
“KKP bersama Pemda harus hadir membawa solusi nyata. Mulai dari pendataan pendapatan ABK dan kapal, menghadirkan pembeli langsung dari industri, hingga memastikan infrastruktur seperti dok kapal, pabrik es, SPBU nelayan, dan pelelangan (PPI Baro) tersedia dan berfungsi optimal,” ujarnya.
Sebagai informasi, Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon, menjadi salah satu dari 65 lokasi program strategis pembangunan kampung nelayan yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Program ini ditargetkan rampung pada 24 Desember 2025 dan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan.
Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya Trian Yunanda, S.Pi, M.Sc., Inspektur II Lutfi, ST., Kepala PPN Kejawanan Yusuf Fathanah, S.Pi, M.Si., serta Kadis Perikanan Kabupaten Cirebon Sudiharjo.
