Tawuran Kembali Terjadi di Manggarai, DPRD DKI Usul Pencabutan Bansos

Tawuran kembali terjadi di kolong jembatan kawasan Manggarai, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Jumat, 2 Januari 2026/Foto Antara Tawuran kembali terjadi di kolong jembatan kawasan Manggarai, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Jumat, 2 Januari 2026/Foto Antara

Jakarta, GPriority.co.id – Tawuran kembali terjadi di kolong jembatan kawasan Manggarai, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Jumat, 2 Januari 2026, sekitar pukul 15.25 WIB.

Peristiwa tawuran di Manggarai pada awal tahun 2026 ini menambah daftar panjang bentrokan serupa yang terjadi di Jakarta dalam dua hari terakhir. Selain Manggarai, tawuran juga dilaporkan terjadi di Klender dan Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim).

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian Untayana, menilai tawuran yang terjadi di Manggarai, Klender, dan Ciracas merupakan dampak dari kurangnya kepedulian keluarga dalam mendidik anak-anak agar tidak terlibat dalam kegiatan negatif.

“Tawuran ini adalah perilaku yang menular. Oleh karena itu, setiap keluarga harus berperan aktif untuk memastikan anggota-anggotanya tidak menjadi pelaku tawuran,” tegas Justin dalam keterangannya.

Ia menambahkan, hingga saat ini masih banyak keluarga yang bersikap abai terhadap perilaku anggota keluarganya karena tidak adanya konsekuensi tegas bagi para pelaku tawuran.

“Hingga saat ini, terlalu banyak keluarga yang bersikap abai dengan perilaku anggota-anggotanya karena tidak ada konsekuensi terhadap para pelaku tawuran,” tambahnya.

Dia menilai, sudah ribuan kali para pelaku tawuran yang diamankan hanya dikembalikan kepada orang tuanya dengan seremoni berpelukan dan berurai air mata belaka. 

Sebagai langkah pencegahan, Justin mengusulkan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Sosial (Dinsos) mengevaluasi, bahkan mencabut, bantuan sosial (bansos) bagi keluarga yang anggotanya terbukti terlibat tawuran.

“Pemprov DKI perlu menunjukkan ketegasan. Masalah ini sudah terjadi berulangkali dan semakin larut tanpa adanya serangkaian solusi konkret yang bisa menyelesaikannya secara tuntas,” tutur Justin.

Menurut Justin, bansos merupakan hasil jerih payah warga Jakarta. Oleh karena itu, bantuan tersebut seharusnya tidak diberikan kepada pihak-pihak yang tidak berpartisipasi menjadi warga Ibu Kota yang baik.