Jakarta, GPriority.co.id – Menanggapi isu penarikan anggaran MBG (Makan Bergizi Gratis) oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan pun membuka suara.
Setelah bertemu dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, beberapa waktu lalu, Luhut menilai jika penyerapan anggaran MBG semakin membaik, sebagaimana dilansir dari ANTARA pada Senin (6/10).
Lebih lanjut Luhut menyebut, Menkeu Purbaya tak perlu mengurangi anggaran MBG karena dana yang dialokasikan sudah mulai terserap secara optimal.
“Tadi kami pastikan juga bahwa penyerapan anggarannya sekarang kelihatan sangat membaik, sehingga Menteri Keuangan tidak perlu nanti mengambil-ambil anggaran yang tidak terserap,” ujar Luhut.
Luhut menambahkan, serapan anggaran yang baik dapat menggerakkan ekonomi masyarakat kelas bawah, sekaligus menyerap tenaga kerja. Ia melaporkan, program MBG berhasil melibatkan 380 ribu pekerja.
Ia juga menilai jika program MBG merupakan salah satu instrumen penting guna menjaga perputaran ekonomi rakyat di tengah ketidakpastian global saat ini.
Sementarra itu, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan jika hingga 3 Oktober 2025, realisasi anggaran MBG telah mencapai Rp21,64 triliun. Jumlah tersebut 34 persen dari total alokasi.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya mengatakan jika dirinya masih memantau perkembangan serapan anggaran MBG. Jika realisasinya bagus, ia memberi opsi penambahan anggaran. Namun, apabila tidak terserap hingga akhir tahun, maka ia akan melakukan pengurangan anggaran.
“Kalau bisa diserap ya udah nggak ini, kalau bagus ya nambah. Kalau nanti kita perkirakan ternyata dia nggak terserap sampai akhir Desember dengan dana yang ada, ya kita kurangi. Gitu aja,” ungkap Purbaya.
Sebelumnya, usai bertemu Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (16/9) di Istana Merdeka, Jakarta, Menkeu purbaya mengatakan jika mulai bulan Oktober ini, dirinya akan melakukan kunjungan ke sejumlah kementerian/lembaga besar, untuk mengevaluasi kinerja penyerapan anggaran mereka.
“Tadi saya izin ke presiden, bulan depan saya akan mulai beredar di kementerian yang besar, yang penyerapan anggarannya belum optimal. Kita akan coba lihat, kita akan bantu, saya akan kasih waktu sampai akhir bulan Oktober. Kalau mereka kita pikir nggak bisa belanja sampai akhir tahun, kita ambil uangnya,” tegas Purbaya kepada wartawan, sebagaimana dilansir dari ANTARA.
