Antara Cheng Beng dan Virus Corona

Bangka,Gpriority- Sembahyang kubur atau Cheng Beng merupakan salah satu tradisi umat Tionghoa yang masih dilaksanakan sampai saat ini. Menjelang Cheng Beng, warga Tionghoa akan membersihkan makam bersama-sama. Sebagai informasi, hari Cheng beng jatuh pada Sabtu, 4 April 2020.

Pada saat Cheng Beng, warga akan mendatangi makam leluhur untuk melakukan sembahyang. Mereka tiba sejak pagi dan langsung menyediakan berbagai macam makanan dan minuman. Mereka memanjatkan doa agar leluhur yang ada di alam baka mendapatkan kedamaian dan ketentraman. Ada banyak cerita berkenaan dengan latar belakang munculnya tradisi Cheng Beng. Pada int,inya tradisi ini mengajarkan untuk berbakti kepada kedua orang tua dan para leluhur. 

Biasanya menjelang hari Cheng Beng, waga Tionghoa yang merantau akan berbondong-bondong mudik untuk melaksanakan tradisi sembayang kepada para leluhur. Namun, kegiatan mudik sangat kontras dengan kondisi saat ini. Seperti yang diketahui, maraknya kasus virus Covid-19 memengaruhi banyak aspek. Warga disarankan untuk tidak keluar rumah jika memang tidak dibutuhkan. Bahkan pemerintah DKI Jakarta telah meliburkan semua sekolah hingga 30 Maret mendatang.

Adapun, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berpesan untuk menunda rencana pulang kampung sampai kondisi penularan terkendali. Jangan sampai ada yang pulang kampung dan tanpa disadari justru membawa virus tersebut ke kampung halaman. Sebab, saat ini Jakarta merupakan salah satu tempat di mana virus tersebut telah menular.

Lalu, bagaimana dengan mereka yang akan mudik untuk melaksanakan tradisi Cheng Beng? Ada baiknya, sebelum mudik untuk memastikan kondisi tubuh benar-benar stabil dan sehat. Jika memang tubuh dalam keadaan yang tidak fit, maka tak ada salahnya untuk membatalkan pulang kampung. (VIA)

Related posts