Atasi Backlog Perumahan di Sulbar

Sulbar,gpriority –Masalah Backlog Perumahan hingga saat ini terus diatasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan mengingat jumlah masyarakat yang membutuhkan rumah lebih banyak dari kebutuhan rumah yang  tersedia di setiap tahun.

Berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 07/PRT/M/2018, BSPS atau bedah rumah adalah bantuan pemerintah bagi MBR untuk mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru rumah, beserta prasarana, sarana, dan utilitas umum.

Program bedah rumah atau BSPS yang ada di seluruh Indonesia khususnya di Provinsi Sulawesi Barat telah mendapatkan tantangan tersendiri dalam penyelesaiannya ditengah kondisi pandemic Covid-19 yang semakin mewabah di provinsi Sulawesi Barat. Akan tetapi, kondisi tersebut tidak menurunkan semangat para Tenaga Fasilitator dan Masyarakat dalam bekerja, tentunya dengan menerapkan SOP Keselamatan dari Covid-19.

Kepala SNVT Perumahan Provinsi Sulawesi Barat Iskandar Ismail menyampaikan “Saat sosialisasi kabupaten kami sudah membagikan masker dan handsanitizer, kami harap bisa segera digunakan agar dapat melindungi Tenaga Fasilitator kami dan juga masyarakat di lapangan”.

Program BSPS tahun 2020 di Provinsi Sulawesi Barat disalurkan sebanyak 3500 unit yang terbagi dalam 2 tahap, yakni tahap 1 sebanyak 2500 unit dan tahap dua sebanyak 1.000 unit yan telah tersebar di sejumlah lokasi seperti Kabupaten Mamuju sebanyak 350 unit, Pasangkayu 450 unit, Polewali Mandar 300 unit dan Majene 600 unit dengan total anggaran tahap 1 sebesar Rp.43,75 Miliar dan tahap kedua sebesar Rp. 17,5 Miliar.

“Salah satu Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten Pasangkayu. Tak hanya covid19 yang menjadi tantangan di daerah ini, banjir bahkan jembatan terputus sudah menjadi tantangan khas di daerah ini. Kendati demikian, progres fisik di beberapa titik di daerah tersebut telah mencapai progress 30% sejak disalurkannya dana bantuan tahap I pada tanggal 22 April 2020,”ungkap Iskandar.

Ayu, koordinator Fasilitator Kabupaten Pasangkayu mengungkapkan “Kondisi pasangkayu saat ini masih aman untuk dilaksanakan program BSPS, TFL dan Masyarakat selalu kami ingatkan untuk menerapkan SOP keselamatan saat rembuk warga maupun saat pelaksanaan program BSPS. Di Desa Lariang, progres fisik kita sudah 30%. Namun ada 2 dusun di desa ini yang membuat kami khawatir, rumah warganya benar-benar tergenang banjir”.

“Kita berharap dalam kondisi ini agar tidak ada kejadian yang tak diinginkan, kita sudah intruksikan untuk mengutamakan keselamatan diri dan segera untuk dilakukan evakuasi bahan material,”tutup Iskandar.(Hs.foto.Dok. Humas Penyediaan perumahan)

Related posts