Atasi Pengangguran, Pramono Anung Minta Warga Jakarta Jadi Pekerja Migran

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dorong warga Jakarta jagi pekerja migran/Foto : Dok. Instagram @pramonoanungw Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dorong warga Jakarta jagi pekerja migran/Foto : Dok. Instagram @pramonoanungw

Jakarta, GPriority.co.id – Untuk mengatasi tingkat pengangguran di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta warga Jakarta untuk menjadi pekerja migran di luar negeri.

Dilansir dari ANTARA, untuk mendukung warga Jakarta menjadi pekerja Migran, Pemprov (Pemerintah Provinsi) DKI siap memberikan pelatihan bahasa asing seperti Jepang, Korea, Mandarin, hingga Arab, bagi mereka yang berminat.

“Saya bersungguh-sungguh mendorong warga (Jakarta) bekerja di luar negeri dengan memberi fasilitas pelatihan bahasa asing,” ungkap Pramono pada Sabtu (23/8) lalu.

Kendati demikian, Pramono menilai jika peluang kerja di Jakarta juga tetap terbuka lebar, walaupun tetap dibutuhkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja agar dapat terserap.

Di samping itu, Pramono juga turut menyoroti dampak positif dari diadakannya program job fair. Program ini digelar oleh Pemprov DKI. Dari sekitar 2.000 lowongan yang dibuka, laporan mengatakan jika lebih dari 50 persen peserta job fair berhasil mendapat pekerjaan, hanya dalam waktu dua hari.

“Sudah 13 kali job fair (digelar), hasilnya kami mempertemukan pencari kerja dan lowongan kerja yang tersedia,” lapor Pramono.

Pramono berharap agar strategi membuka peluang kerja baik di dalam maupun luar negeri, dapat menekankan angka pengangguran. Selain itu juga dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja Jakarta.

Sebelumnya, Kepala Biro Humas Kemnkaer, Sunardi Sinaga, menyoroti fenomena membludaknya job fair sebagai pertanda tingginya antusiasme masyarakat terhadap lowongan kerja dan buka sulitnya mencari pekerjaan. Selain mencari pekerjaan utama, tak sedikit juga yang hadir hanya untuk berkonsultasi atau mencari peluang terhadap pekerjaan sampingan.

“Justru antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap lowongan kerja bisa karena berbagai faktor. Seperti bertambahnya jumlah angkatan kerja karena bertambahnya lulusan pendidikan. Sehingga bersemangat mencari lowongan kerja,” ujar Sunardi.