Bagaimana Belajar Online yang Efektif

Bulukumba,Gpriority-” Bagaimana belajar online yang efektif” merupakan tema yang diangkat dalam Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo.

Untuk acara yang dilaksanakan secara virtual pada 13 Juli 2021 di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan diikuti 1.224 peserta dari berbagai kalangan usia serta profesi.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Sitti Sahraeny selaku Dosen Sastra Inggris Universitas Hasanuddin, Upi Asmaradhan selaku pelatih dan praktisi literasi, Jalaluddin selaku Dosen KPI UIN Alauddin Makassar, dan M Faiz Ghifari selaku Pendiri Gratisin Belajar dan Pencipta Konten. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Sinta Pramucitra. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Sitti Sahraeny yang mengangkat tema “Bagaimana Belajar Online yang Efektif”. Dalam sesinya, Sitti memaparkan tiga poin penting mengenai peran guru dalam pembelajaran daring seperti yang telah disebutkan dalam panduan Kemendikbud, di antaranya: membantu siswa menghadapi ketidakpastian akibat pandemi, melibatkan siswa untuk terus belajar meski kegiatan sekolah normal terganggu, dan membangun komunikasi yang baik dengan sesama guru, orangtua murid, dan murid.

Berikutnya sesi dilanjutkan oleh Upi Asmaradhana dengan tema “Perundungan di Dunia Maya dan Bagaimana Cara Mengatasinya”. Menurut dia, perundungan digital memiliki tiga dampak terhadap korbannya, baik secara mental, fisik, maupun emosional. Korban dari perundungan cenderung merasa malu atau kehilangan minat pada hal yang disukai, kurang fokus, kurang tidur, hingga merasa bodoh atau marah.

Sebagai pemateri ketiga, M Faiz Ghifari, membawakan tema “Literasi Digital bagi Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”. Faiz menjelaskan beberapa opsi aplikasi yang dapat digunakan oleh pengajar yang berfungsi untuk meningkat keikutsertaan anak didik dalam proses pembelajaran—khususnya pada era pandemi saat ini—seperti Miro, Whimsical, dan Google Jam Board. Selain itu, terdapat pula aplikasi-aplikasi yang berguna untuk menguji pemahaman anak didik seperti Kahoot, Mentimeter, Google Form, ataupun Typeform.

Adapun Jalaluddin selaku pemateri terakhir membawakan tema “Tips Menjaga Keamanan Digital bagi Anak-anak di Dunia Maya”. Menurut Jalaluddin, anak-anak yang masih berusia 17 tahun ke bawah perlu dilakukan pengawasan dan pembatasan dalam penggunaan internet. Hal ini dikarenakan usia-usia tersebut merupakan usia emas anak-anak di mana karakter, kepribadian, dan kognisi anak dibentuk.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Terlihat antusiasme dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi sepuluh penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. Salah satu pertanyaan menarik datang dari peserta yang bernama Anton yang menanyakan berapa lama waktu belajar daring yang efektif untuk anak remaja. Menurut Sitti, 40 menit merupakan masa konsentrasi yang paling optimal.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto.dok.Dyandra)

Related posts