Banyak Dialami Remaja! Inilah Gejala Borderline Personality Disorder

Jakarta, GPriority.co.id – Borderline Personality Disorder (Gangguan Kepribadian Ambang) adalah suatu kondisi kesehatan mental, di mana seseorang memiliki pola emosi yang tidak stabil atau meledak-ledak dalam jangka panjang.

Borderline Personality Disorder dapat mengakibatkan tindakan impulsif, masalah kepribadian, dan hubungan yang dapat memburuk dengan orang lain.

Penyebab Borderline Personality Disorder sampai saat ini belum diketahui, namun diduga bahwa faktor genetik, keluarga, dan lingkungan sosial berpengaruh untuk seseorang mengalami kondisi ini.

Gangguan kepribadian ambang (Borderline Personality Disorder) cenderung lebih sering terjadi pada wanita dan pasien psikiatri yang dirawat di rumah sakit. Gangguan ini juga rentan dialami oleh remaja saat ini.

Selain itu, faktor risiko BPD meliputi:
• Pengabaian di masa kanak-kanak atau remaja,
• Kehidupan keluarga terganggu,
• Komunikasi yang buruk dalam keluarga,
• Pelecehan seksual, fisik, atau emosional,

Penderita BPD sering kali merasa tidak yakin akan identitasnya. Mereka cenderung memandang sesuatu secara ekstrem. Misalnya saja semua hal dianggap baik, atau dianggap buruk. Selain itu penderita BPD juga dapat menilai orang lain secara cepat dan berubah-ubah.

Gejala Gangguan Kepribadian Ambang (Borderline Personality Disorder) lainnya meliputi:
• Ketakutan yang sangat besar akan ditinggalkan oleh orang lain,
• Tidak bisa mentolerir kesendirian,
• Perasaan hampa yang sering terjadi,
• Sering menunjukkan kemarahan yang menggebu-gebu,
• Perilaku impulsif dan berisiko, seperti penyalahgunaan narkoba, perjudian, makan berlebihan, atau hubungan seksual yang juga berlebihan,
• Tindakan menyakiti diri sendiri secara berulang-ulang,
• Perasaan diri yang selalu terganggu.

Lalu, bagaimana cara mengobati atau mengatasi BPD (Borderline Personality Disorder)?

BPD bisa diobati dengan Psikoterapi melalui terapi bicara. Perawatan ini biasanya berupa sesi tanya-jawab antara psikolog dan pasien, namun bisa juga berupa pertemuan kelompok dengan beberapa pasien yang memiliki masalah serupa.

Dalam terapi BPD, memiliki beberapa tujuan, diantara lain :
• Meredakan masalah emosional seperti depresi, kecemasan, dan amarah
• Menemukan lebih banyak makna dalam hidup, misalnya dengan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat
• Membangun hubungan yang lebih baik
• Belajar memahami diri sendiri
• Meningkatkan kesehatan fisik

Foto : Freepik