Banyumas Jadi Kabupaten Pengolah Sampah Terbaik di Indonesia

Banyumas Jadi Kabupaten Pengolah Sampah Terbaik di Indonesia Banyumas Jadi Kabupaten Pengolah Sampah Terbaik di Indonesia

Jakarta, GPriority.co.id – Banyumas baru saja dilaporkan menjadi kabupaten pengolah sampah terbaik di Indonesia

Tidak dapat dipungkiri, masalah sampah di Indonesia memang menjadi suatu hal yang masih sulit untuk diselesaikan di tanah air.

Sampah yang dihasilkan di Indonesia pun masih sangat banyak. Bahkan Indonesia juga dinobatkan sebagai negara penghasil sampah terbesar ke-5 di dunia.

Namun, Banyumas menjadi satu kabupaten di Indonesia yang berhasil mengatasi permasalahan sampah dengan konsep zero waste to landfill.

Konsep zero waste to landfill atau nol limbah dan tanpa TPA (Tempat Pembuangan Akhir), dilakukan Banyumas dengan berakar dari penutupan TPA di Kaliori pada tahun 2017-2018.

Kala itu, setiap harinya 100 truk sampah dibuang ke TPA Kaliori. Dengan penutupan TPA tersebut, Banyumas sempat mengalami darurat sampah.

Meski sempat pusing mengatasi masalah sampah di kabupatennya, Bupati Banyumas Achmad Husein, terus memutar otak untuk membenahi masalah tersebut.

Akhirnya Bupati Achmad Husein pun membangun TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu), serta membentuk KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat).

Awalnya, kecepatan pemilahan sampah organik dan anorganik di Banyumas masih dilakukan secara manual oleh para karyawan, dan masih berjalan secara lambat.

Akhirnya Bupati Banyumas meminta temannya untuk membuatkan mesin pemisah sampah, bahkan dengan menggunakan uang pribadinya.

Dengan alat pemisah sampah tersebut, sampah organik dapat diolah menjadi bahan pembuatan pupuk dan pakan maggot.

Sementara untuk mengolah sampah plastik, Bupati Banyumas menjadikan limbah plastik sebagai bahan pembuatan paving.

Paving tersebut kemudian dijual ke pabrik semen PT Solusi Bangun Indonesia, sebagai bahan bakar industri semen, yaitu refuse derived fuel.

Kabupaten Banyumas Dicontoh Seluruh Dunia

Berkat keberhasilan tersebut, Kabupaten Banyumas dalam mengolah sampah akhirnya dicontoh di dalam maupun luar negeri.

Bupati Achmad Husein juga diundang oleh UNFCCC pada Konferensi Iklim Internasional (Conference of Parties) 27 pada 2022 lalu di Mesir.

Selain itu, Kabupaten Banyumas juga masuk dalam Smart Green ASEAN Cities, dan menjadi tuan rumah untuk acara tersebut pada 2023 lalu.

Foto : Waste4Change