Batik Sudah Tidak Berkonotasi Kuno

Jakarta, Gpriority-Yayasan Batik Indonesia menyelenggarakan Gelar Batik Nusantara (GBN) yang rutin diselanggarakan dua tahun sekali. Untuk itulah pada tahun ini GBN memasuki tahun ke-11 dalam penyelenggaraannya.

Ketua GBN Wida D Herdiawan dalam sambutannya saat membuka GBN 2019 di Plenary Hall, JCC, Jakarta mengatakan, untuk tahun 2019,GBN mengusung tema ‘Lestari Tak Terbatas’ yang memilki arti batik sebagai warisan leluhur tidak lagi berkonotasi kuno. Melainkan mencitrakan kebebasan, kedinamisan serta keceriaan yang sesuai dengan lifestyle pada saat ini.

“Batik juga menjadi fashion statement bagi banyak orang.Hal ini bisa dilihat pada sidang di PBB yang tengah berlangsung. Para peserta menggunakan batik pada saat sidang. Mengingat batik sudah mendunia, Untuk itulah saya meminta agar generasi milenial mau melestarikan dan menyesuaikan industri batik agar bisa bersaing dengan negara lainnya,” ucap Wida.

Wida dalam sambutannya juga menjelaskan bahwa dalam setiap pelaksanaan GBN, diberikan pula penganugerahan penghargaan Yayasan Batik Indonesia kepada orang-orang yang memiliki dedikasi terhadap perkembangan batik di Indonesia.

Untuk kategori Pengrajin Batik Berkarya Sepanjang Masa diberikan kepada Mitung, Sipin, dan Karinah.
Kategori Penghargaan Pemberi Inspirasi dan Motivasi Untuk Pelestarian dan Pengembangan Budaya Membatik diberikan kepada Ida Maryanti, serta Wirdha Hanim.

Penghargaan Pembatik Inovatif diberikan kepada Nur Cahyo, dan penghargaan terakhir diberikan kepada HJ. Mufidah Jusuf Kalla dalam kategori Kriya Pusaka.

Selain penghargaan digelar pula acara-acara menarik lainnya seperti fashion show, workshop, pameran dan acara lainnya.

” Dengan hadirnya acara ini, target 13 ribu pengunjung dengan transaksi sebesar Rp. 27,5 Milyar selama lima hari pelaksanaan (8-12 Mei) bisa tercapai, “tutup Wida.(Hs.Foto:Hs)

Related posts

Leave a Comment