Beda dengan Jokowi, Wapres Ma’ruf Sebut Debat Capres Ketiga Lebih Menarik Dibanding Dulu Eranya

Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menanggapi bahwa debat ketiga Pilpres 2024, yang diikuti oleh tiga Calon Presiden (Capres) berlangsung menarik dan lebih animatif jika dibandingkan dengan periode Pilpres 2019.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah merespon debat kedua calon presiden tersebut. Beliau menilai bahwa pokok dari visi dan misi para kandidat tidak terlihat dalam debat tersebut.

“Ya yang pertama memang saya melihat substansi dari visinya malah tidak kelihatan, yang kelihatan justru saling menyerang, yang sebetulnya nggak apa-apa asal kebijakan, asal policy, asal visi nggak apa-apa,” ungkap Presiden Jokowi saat kunjungan kerjanya di Serang, Banten, Senin (8/1).

Jokowi mengungkapkan keprihatinannya terhadap adanya pertukaran serangan pribadi tersebut, dengan menilai bahwa hal itu tidak memberikan kontribusi edukatif yang memadai.

Jokowi menyatakan bahwa banyak masyarakat merasa kecewa dengan debat ketiga tersebut. Beliau mendorong agar format debat diperbaiki guna lebih menonjolkan kebijakan dan visi dari para calon presiden.

“Saya kira akan banyak yang kecewa. Sehingga debatnya memang perlu diformat lebih baik lagi, ada rambu-rambu sehingga hidup, saling menyerang nggak apa-apa tapi kebijakan, policy, visinya yang diserang bukan untuk saling menjatuhkan dengan motif-motif personal. Saya kira nggak baik dan nggak mengedukasi,” ucapnya.

Kemudian, Wapres Ma’ruf Amin memberikan pendapatnya mengenai debat ketiga Capres yang berlangsung pada malam Minggu lalu (7/1). Dalam hal ini, Wapres Ma’ruf memiliki pendapat berbeda dengan Presiden Jokowi.

“Saya melihat perdebatannya bagus, terbuka, dan artinya mereka berdebat, terutama ya sesi perdebatan itu saya kira menarik. Dibanding dulu waktu saya, sekarang lebih hidup perdebatannya,” ungkap Wapres Ma’ruf Amin di Yogyakarta, Selasa (9/1), sebagaimana disaksikan dalam video di Jakarta.

Namun, Wakil Presiden enggan memberikan komentar mengenai pokok substansi dari debat yang terjadi di Jakarta pada malam Minggu (7/1). ia mempersilakan seluruh masyarakat untuk menilai substansinya sendiri.

“Tapi soal substansi saya kira saya tidak perlu memberi komentar. Saya kira masyarakat sendirilah yang menilai Masalah substansinya mana yang baik, mana yang kurang baik, mana yang bagus, itu kan publik (menilai). Tidak etis kalau saya masuk ke substansi,” ungkapnya.

Foto: Setwapres RI