Berdampak Pada Sektor Ekonomi Rakyat, PSBB Total Tidak Diterapkan Tangerang Raya


Tangerang,Gpriority-Langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total tidak diikuti oleh daerah pendukungnya termasuk Tangerang Raya.

Dalam rapat bersama Gubernur Banten, Wahidin Halim yang berlangsung pada Jum’at (11/9/2020) di Pendopo Kabupaten Tangerang, Kisamaun, Tangerang, Kepala Daerah se-Tangerang Raya sepakat untuk tidak mengikuti jejak Pemprov DKI Jakarta terkait PSBB Total. “ Jika diterapkan maka akan berdampak pada 8 sektor penyangga ekonomi masyarakat. Ke-8 sektor yang dimaksud adalah kesehatan, pangan, energi, komunikasi media, keuangan, perbankan, kegiatan logistik, kebutuhan ritel dan industri strategis.” ucap Wahidin Halim dalam keterangan persnya usai rapat bersama.

Wahidin sendiri tidak menampik jika kebijakan tersebut akan membuat Tangerang Raya meningkat kasus Covid-19-nya.” Ini sudah kami prediksi. Untuk itulah kami sepakat untuk mempertegas poin-poin di perpanjangan PSBB Tangerang Raya. Salah satunya adalah proses perizinan acara yang mengundang keramaian seperti pernikahan,” ucap Wahidin.

Tak hanya pernikahan, Pemerintah se-Tangerang Raya juga akan melakukan razia masker hingga ke pelosok kampung. “ Ini harus dilakukan mengingat banyak warga Tangerang yang sudah tidak mengindahkan lagi protokol kesehatan seperti memakai masker,menjaga jarak, mencuci tangan dan lain sebagainya,” ujar Wahidin.

Wahidin juga akan meminta kepada RT dan RW agar menindak tegas warga yang tidak menggunakan masker saat bepergian.

Menambahkan ucapan Wahidin, Bupati Tangerang Ahmad Zaki Iskandar juga mengatakan bahwa untuk transportasi menuju DKI Jakarta tidak akan dibatasi seperti halnya PSBB total pada awal mula Covid-19. “ Jika dibatasi, dikhawatirkan akan membuat penumpang menjadi menumpuk sehingga menimbulkan klaster baru Covid-19,” ucap Zaki yang merupakan Wakil Ketua Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia).

Arief Wismansyah, Wali Kota Tangerang menuturkan, jika terjadi peningkatan, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang sudah menyiapkan tempat isolasi. “ Untuk tempat isolasinya kami sudah menyediakan Puskesmas Gebang Raya di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Rumah Penampungan Sosial di Kota Tangerang, Hotel Yasmin, Binong Permai Kabupaten Tangerang,dan Wisma Anabatic di Bonang, Kepala Dua, Kabupaten Tangerang. 4 tempat tersebut sudah kami sulap menjadi tempat isolasi dan mampu menampung banyak pasien Covid-19 di Tangerang Raya,” tutup Arief Wismansyah.(Hs)

Related posts