Cara Kenalkan Agama Pada Anak Tanpa Paksaan

Sebuah penelitian pada tahun 2019 oleh John Bartkowski dari University of Texas Antonio (UTSA) menyatakan bahwa agama memberikan kode moral yang menanamkan nilai seperti kontrol diri dan kompetensi sosial pada anak. Lalu, bagaimana cara mengenalkan agama pada anak?

1.Anak sudah siap secara usia
Ibu bisa mulai bercerita tentang agama, kaitannya dengan Tuhan, dan apa yang perlu dijalani sebagai bentuk ibadah sejak usia tiga tahun. Pada usia ini, anak mulai mengerti tentang spiritualitas dan membayangkannya dalam imajinasi.

2.Ceritakan kisah menarik
Coba mulai ceritakan kisah-kisah tersebut dalam keseharian, saat anak bermain, atau sebelum tidur. Jika di Islam, terdapat kisah para nabi dan sahabat-sahabatnya yang bisa diambil kebaikannya. Begitu juga dengan kisah di agama lain.

3.Gunakan buku
Mengenalkan agama melalui buku dengan ilustrasi atau warna yang menarik dapat memancing imajinasi anak. Hal tersebut akan membuat mereka dengan mudah membayangkan tentang nilai agama dan penerapannya.

4.Ajak ke tempat ibadah bersejarah
Di Jakarta misalnya, terdapat Masjid Agung Banten, Wihara Dharma Bhakti, atau Gereja Katedral. Nantinya, anak akan lebih semangat untuk mempelajari sejarah agama dan segala peninggalannya.

5.Libatkan anak dalam kegiatan agama
Bakti sosial, bersedekah, berbagi berkat, atau kegiatan agama lainnya yang sifatnya positif dan membantu orang lain menimbulkan rasa syukur dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai agama. Ibu dan Ayah bisa mengajak anak dalam kegiatan seperti ini.

6.Jadilah role model
Pernah dengar kalau anak adalah peniru ulung? Itu artinya, apa pun yang orang-orang sekitarnya lakukan, mereka cenderung berusaha untuk mengikuti. Maka dari itu, Ibu, Ayah, dan anggota keluarga lain perlu menjadi contoh atau role model yang baik.

7.Lakukan dengan lembut
Mengenalkan agama dengan cara yang lembut dan tidak memaksa akan membentuk persepsi anak terhadap agama itu sendiri. Terkadang, orang tua tidak sepenuhnya sadar akan hal ini dan memaksa anak untuk menjalani agama dengan cara yang agak memaksa. (VIA)

Related posts