Cara Pemkab Sanggau Cegah TPPO dan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena dalam acara Sosialisasi Pencegahan TPPO, Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, serta Pengarusutamaan Gender di Aula Hotel Garden Palace, Kota Sanggau, Rabu (12/11). Foto: MC.Sanggau Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena dalam acara Sosialisasi Pencegahan TPPO, Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, serta Pengarusutamaan Gender di Aula Hotel Garden Palace, Kota Sanggau, Rabu (12/11). Foto: MC.Sanggau

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau terus menunjukkan komitmennya dalam upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) serta kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena menekankan bahwa isu perdagangan orang dan kekerasan terhadap perempuan serta anak masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan kolaborasi semua pihak.

Ia juga menyoroti pentingnya kewaspadaan masyarakat di tengah pesatnya arus digitalisasi yang membuka ruang bagi munculnya modus kejahatan baru.

“Perempuan berdaya adalah kunci keluarga yang tangguh. Ketika perempuan memiliki pengetahuan, keberanian, dan kemandirian, maka keluarga pun terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan dan ancaman sosial,” ujarnya dalam acara Sosialisasi Pencegahan TPPO, Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, serta Pengarusutamaan Gender di Aula Hotel Garden Palace, Kota Sanggau, Rabu (12/11).

Susana mengatakan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga dari rasa aman, perlindungan, serta kesetaraan yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Pemkab Sanggau akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kapasitas lembaga layanan, serta mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan dan literasi digital di masyarakat.

“Menuju Indonesia Emas 2045, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak harus menjadi agenda bersama. Pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan keluarga memiliki tanggung jawab yang sama untuk melindungi dan memajukan generasi penerus,” imbuhnya.

Sebagai wujud nyata dukungan terhadap kemandirian ekonomi perempuan, Wakil Bupati Sanggau turut menyerahkan bantuan sarana pertanian kepada perwakilan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kecamatan. Bantuan tersebut mencakup pupuk NPK sebanyak 75 kilogram, polybag 40 kilogram, serta benih sayur seperti cabai, kacang panjang, mentimun, terong, dan tomat.

“Bantuan itu diharapkan dapat meningkatkan aktivitas produktif perempuan di tingkat kecamatan, terutama dalam pengembangan kebun gizi dan pertanian keluarga,” ucapnya.