Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kasus Tuberkulosis (TBC) di Indonesia mencapai 1.090.000 kasus per Kamis (13/11).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 700.000 orang telah mendapatkan pengobatan. Pemerintah menargetkan angka itu meningkat menjadi 900.000 orang hingga akhir 2025
Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), dr. Benjamin Paulus Octavianus atau dr. Benny usai melakukan audiensi dengang Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Balai Kota, Kamis (13/11/).
“Hari ini, kasus TBC diperkirakan ada 1.090.000. Yang sampai hari ini sudah kita obati 700.000 sekian. Kita harapkan akhir tahun bisa mencapai 900.000,” kata dr Benny kepada wartawan.
Ia mengakui kasus TBC mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2020, kasus TBC tercatat sekitar 700.000 dan naik menjadi 800.000 pada 2021. Peningkatan itu salah satunya disebabkan pandemi COVID-19 yang membuat masyarakat enggan berobat.
Pada 2022, jumlah kasus kembali meningkat menjadi 850.000, dengan pasien yang menjalani pengobatan naik dari 400.000 menjadi sekitar 600.000 orang. Kini, jumlah kasus diperkirakan mencapai 1.090.000, dengan 700.000 di antaranya telah menjalani perawatan.
“Nah, tujuan kami sekarang ini adalah tahun depan perlu target TBC-nya ada berapa? Semuanya diobati. Bayangkan kalau ada 300.000 orang sakit TBC berkeliaran di antara kita, TBC enggak pernah lepas dari Indonesia. Itu yang kita kejar, bersamaan Ibu Kadinkes tadi, notifikasi. Jadi, ditemukan kasus,” jelasnya.
Menurut dr. Benny, meningkatnya temuan kasus justru menjadi hal positif karena memungkinkan pasien segera mendapat penanganan.
“Jadi, dua tahun terakhir ini, kalau banyak kasus TBC ditemukan, itu bagus. Kalau ditemukan kan diobati, habis. Kalau enggak ditemukan, ya jumlahnya banyak, tiba-tiba meninggal di mana-mana. Bayangkan kalau yang meninggal di atas 125.000. Yang meninggal karena TBC lebih banyak daripada COVID, tapi kita enggak anggap karena penyakitnya kan slow, jalannya pelan-pelan. Ini yang kita akan eliminasi TBC,” tuturnya.
Lebih lanjut, dr. Benny menyebut pemerintah tengah berupaya memenuhi target yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menurunkan kasus TBC di Indonesia pada 2030.
“Dari WHO minta, ‘Tolong dong, Indonesia 2030 turun dong.’ Nah, kami pagi ini rapat berjuang untuk itu, dan tadi saya senang, Pak Gubernur bersedia bahwa DKI tempat di mana kita boleh eksperimen, di-support semuanya,” pungkas dr Benny.
