Daftar 7 Perusahaan BUMN yang Resmi Dibubarkan, Ada Bekas Kantor Jokowi

Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah resmi membubarkan tujuh perusahaan milik BUMN.

Ketujuh perusahaan itu antara lain, PT Iglas, PT Industri Sandang Nusantara, PT Istaka Karya, PT Kertas Kraft Aceh, PT Kertas Leces, dan PT Merpati Nusantara Airlines. Sementara, PT Pembiyaan Armada Niaga Nasional (PANN) saat ini tengah menunggu PP pembubaran.

“Dari tujuh ini, prosesnya ada yang melalui pengadilan, ada pembubaran, 6 BUMN sudah diperoleh PP pembubaran April 2023. Untuk 1 BUMN lagi masih diskusi proses selanjutnya,” ujarnya Direktur Utama PPA M Teguh Wirahadikusumah di Menara Danareksa Jakarta, Jumat (29/12).

Adapun dari ketujuh Perusahaan tersebut, salah satunya pernah diisi Presiden Jokowi sebagai pegawai. Berikut daftar ketujuh Perusahaan BUMN yang dibubarkan.

1.  PT Kertas Kraft Aceh

PT Kertas Kraft Aceh dibubarkan melalui PP Nomor 17 Tahun 2023 yang diteken Jokowi pada 3 April 2023. Yang menarik, pada 1985, Presiden Jokowi pernah bekerja di PT Kertas Kraft Aceh selama kurang lebih dua tahun. Di pabrik kertas ini, Jokowi bekerja sebagai supervisor untuk survei hutan dan potensi bahan baku kertas.

2. PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero)

PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (PANN) resmi dibubarkan melalui Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 2022 tentang Program Penyusunan Peraturan Pemerintah Tahun 2023. Beleid ini ditandatangani pada 23 Desember 2022.

“Pengaturan mengenai Pembubaran Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Pengembangan Armada Nasional oleh menteri badan usaha milik negara dan menteri keuangan sesuai dengan kewenangan masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tulis beleid tersebut.

3. PT Industri Gelas (Persero)

Pembubaran PT Industri Gelas (Persero) atau Iglas pada PP Nomor 18 Tahun 2023.Berdasarkan hasil sejumlah kajian, Iglas tidak bisa dipertahankan operasionalnya. Penyelesaian pembubaran Iglas, termasuk likuidasi, dilaksanakan paling lambat 5 tahun terhitung sejak tanggal pengundangan PP tersebut. Kemudian, seluruh kekayaan sisa hasil likuidasi Iglas akan disetorkan ke kas negara.

4. PT Istaka Karya (Persero)

Presiden Jokowi meneken PP Nomor 13 Tahun 2023 tentang Pembubaran Perusahaan Perseroan (Persero) PT Istaka Karya. Alasannya, perusahaan pailit berdasarkan putusan PN Jakarta Pusat pada Juli 2022.

5. PT Industri Sandang Nusantara (Persero)

Sejak 2018 lalu, PT Industri Sandang Nusantara (Persero) sudah tidak beroperasi. Bahkan sudah dinyatakan sekarat jauh sebelum itu.

Keputusan pembubaran ditetapkan melalui PP Nomor 14 Tahun 2023 tentang Pembubaran Perusahaan Perseroan (Persero) PT Industri Sandang Nusantara.

Berdiri pada 1961, ISN diharapkan bisa memenuhi kebutuhan sandang di Indonesia dengan fokus produksi pemintalan benang dan pertenunan nasional.

6. PT Merpati Nusantara Airlines

Pada 20 Februari 2023, Merpati Nusantara Airlines dibubarkan Presiden Jokowi. BUMN yang didirikan pada 6 September 1962 itu sudah tidak beroperasi sejak 2014 lalu.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pembubaran Perusahaan Perseroan PT Merpati Nusantara Airlines menjelaskan alasan kuat pembubaran maskapai pelat merah itu.

Sebelumnnya, pailitnya Merpati Airlines telah diputuskan dalam Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 5/Pdt.Sus Pembatalan Perdamaian I 2022/ PN. Niaga Sby Jo Nomor 4/Pdt.Sus-PKPU/20l8/PN. Niaga Sby tertanggal 2 Juni 2022.

7. PT Kertas Leces (Persero)

Pembubaran Kertas Leces tertuang dalam PP Nomor 9 Tahun 2023 tentang Pembubaran Perusahaan Perseroan (Persero) PT Kertas Leces.

“Perusahaan Perseroan (Persero) PT Kertas Leces yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun l982 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Negara Kertas Leces Menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) bubar karena dinyatakan pailit,” bunyi pasal 1 PP itu.

Penyelesaian pembubaran Kertas Leces, termasuk likuiditas, dilaksanakan paling lambat 9 tahun sejak perusahaan dinyatakan pailit. Adapun kepailitan perseroan diputuskan di PN Surabaya pada September 2018.

Foto: RRI.co.id