Daya Tarik Desa Pentagen, Rawa Yang Berubah Jadi Desa Wisata

Jakarta, GPriority.co.id – Menjadi salah satu desa terbaik dalam daftar 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, siapa sangka kalau desa wisata satu ini dulunya sebuah rawa seluas 1,8 Ha yang sudah lama tidak berfungsi.

Desa Wisata Pentagen yang terletak di Desa Pendung Talang Genting, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi merupakan objek wisata Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dulunya hanya berupa rawa tidak terurus hingga mampu disulap menjadi wisata taman air.

BUMDes ini berdiri pada 01 Januari 2017 dan mulai melakukan usahanya dengan mengubah rawa yang sudah lama tidak berfungsi menjadi sebuah lahan yang produktif.

Awalnya, rawa seluas kurang lebih 1,8 Ha diubah menjadi embung desa dengan tujuan utama menyimpan air bagi para petani padi, yang mana sebelumnya para petani selalu mengeluh kekurangan air untuk bercocok tanam pada saat musim kemarau.

Tujuan kedua pembangunan embung desa ini selain untuk menjadi penyimpan stok air bagi para petani adalah agar penduduk desa bisa membudidayakan ikan untuk kemudian menjadi unit usaha dari BUMDes.

Namun dalam pembangunannya, kawasan ini perlahan mencuri perhatian masyarakat Kabupaten Kerinci. Masyarakat mulai berdatangan untuk melihat keindahan embung desa hingga sering dijadikan tujuan berlibur keluarga pada akhir pekan.

Sejak saat itu terciptalah unit usaha BUMDes berupa unit usaha pariwisata dengan objek wisata bernama Taman Pertiwi. Penambahan fasilitas dan objek wisata terus disempurnakan oleh BUMDes dan Kepala Desa Pendung Talang Genting untuk mendukung pariwisata ini hingga bisa seperti sekarang.

Wisata utama dari Desa Wisata Pentagen adalah sebuah taman air buatan yang berasal dari embung desa, Taman Pertiwi. Beragam aktivitas dan wahana di Desa Wisata Pentagen berpusat di Taman Pertiwi, seperti sepeda air atau bebek dayung, bermain sepeda gantung, flying fox, hingga beinteraksi dengan ikan.

Berinteraksi dengan ikan merupakan salah satu wisata keluarga di Taman Pertiwi. Pengunjung bisa memberi makan ikan, bahkan memegang kepala ikan-ikan yang terkenal jinak saat diberi makan.

Di sekitar taman air juga disediakan fasilitas-fasilitas untuk pengunjung yang ingin beristirahat atau berkumpul. Di sekeliling areal taman pertiwi terdapat pohon-pohon berukuran besar yang bisa dijadikan sebagai wahana untuk pemasangan hammock. Terdapat juga gazebo di pinggiran taman yang bisa disewa oleh pengunjung.

Jika ingin bersua foto dengan latar belakang Taman Pertiwi, Desa Wisata Pentagen terdapat rumah pohon yang dibangun melintasi dua batang pohon pinus, sehingga pengunjung yang naik ke rumah pohon bisa berfoto dengan latar belakang Taman Pertiwi dan menikmati pemandangan sekitar dari atas.

Tidak jauh dari Taman Pertiwi, yakni berjarak sekitar 50 meter dari taman air, terdapat peninggalan pabrik kopi Belanda. Meski belum diketahui secara pasti kapan pabrik kopi ini dibangun oleh Belanda, namun penduduk sekitar percaya pabrik tersebut merupakan pabrik kopi tertua di Kabupaten Kerinci.

Selain wisata air dan bangunan kuno, pengunjung juga bisa belajar proses menanam padi, menyiangi padi, dan proses memanen padi di sawah tidak jauh dari Taman Pertiwi.

Jika beruntung, wisatawan bisa melihat berbagai pertunjukkan tradisi dan seni budaya yang diselenggarakan warga Desa Pendung Talang Genting pada waktu-waktu tertentu, seperti tarian panggilan jihad, menjalan pemimpin atau mengarak pemimpin keliling desa, dan kenduri soko.

Desa Wisata Pentagen memiliki sejumlah homestay yang bisa disinggahi bagi wisatawan yang ingin menginap dan melihat kearifan lokal Desa Pendung Talang Genting. (Vn.Foto.istimewa)

Related posts