Daya Tarik Wisata Kampung Warna-Warni Tigarihit

Jakarta, GPriority.co.id – Kampung Warna-Warni Tigarihit menjadi tempat wisata baru bagi wisatawan yang menikmati keindahan alam dan keramahan masyarakat sekitar Danau Toba, Sumatera Utara.

Meski merupakan desa wisata yang baru diresmikan, namun kampung ini telah mampu mencetak prestasi dengan masuk kategori 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. ADWI merupakan program Kemenparekraf yang mengapresiasi desa-desa terbaik yang memiliki prestasi dengan kriteria-kriteria penilaian dari Kemenparekraf/Baparekraf.

Desa wisata warna-warni Tigarihit diresmikan bertepatan dengan HUT RI ke-75 pada 17 Agustus 2020 lalu, oleh Dirut Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, Arie Prasetyo bersama Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) serta Kepala Camat Girsang Sipangan Bolon.

Nama Tigarihit berasal dari kata dasar “tiga” yang berarti “pasar”, dan kata “rihit” yang berarti “pasir”. Nama ini dipakai karena dahulu Tigarihit dikatakan pernah menjadi lokasi penambangan pasir sebelum menjadi pemukiman seperti sekarang.

Munculnya gagasan desa wisata ini berawal dari mayoritas penduduk yang berprofesi sebagai pekerja pariwisata. Mereka mulai mengidekan konsep kampung warna-warni tersebut karena menyadari akan tingginya potensi Kampung Tigarihit sebagai tujuan wisata baru di area Danau Toba.

Mereka mengecat rumahnya masing-masing dengan beraneka warna sehingga kampung ini terlihat unik dan menarik. Peresmian destinasi baru ini dijadikan sebagai momen untuk menaikkan sektor pariwisata di Danau Toba yang terkena imbas akibat pandemi Covid-19.

Daya tarik kampung yang warna-warni membuat desa ini memiliki pemandangan unik dan indah. Kampung Tigarihit sangat instagramable karena selain rumah warga yang warna-warni, kampung ini juga dihiasi dengan gambar-gambar mural dan dekorasi payung-payung berwarna-warni yang menggantung.

Apalagi jika dilihat pada waktu malam hari, kampung ini akan terlihat gemerlap oleh cahaya lampu berwarna-warni yang sengaja dipasang oleh Warga Kampung Tigarihit di rumah-rumah mereka.

Terletak ditepian Danau Toba di Kecamatan Girsang Sopangan Bolon Parapat Kabupaten Simalungun, Tigarihit menawarkan wisata pemandangan sunset yang menakjubkan dari beberapa tempat tertentu sembari menikmati secangkir kopi khas Simalungung dan gorengan.

Selain menawarkan pemandangan kampund dan Danau Toba yang indah, di Tigarihit pengunjung juga bisa mempelajari kesenian budaya Sumatera Utara melalui pertunjukkan Sanggar Seni Budaya yang menampilkan tarian khas Suku Batak, tari totor.

Di sini juga terdapat beberapa paket bagi wisatawan yang ingin menjelajahi tempat wisata lain di sekitar Kampung Tigarihit, salah satunya paket trip ke Parapat.

Jika mengunjungi Tigarihit, sebaiknya tidak hanya berwisata satu hari. Wisatawan sangat disarankan untuk menginap agar lebih merasakan kearifan lokal masyarakat desa. Wisatawan bisa menginap di homestay-homestay yang letaknya berada di puncak tertinggi Tigarihit, dengan begitu wisatawan bisa melihat lebih jelas pemandangan matahari terbenam dan terang bulan yang indah. (Vn.Foto.Kemenparekraf)

 

Related posts