Dorong  Percepatan Kawasan Khusus Tanjung Selor, Syarwani: Mudahan Segera Turun PP

GPRIORITY, BULUNGAN – Bupati Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), Syarwani dorong percepatan kawasan khusus Tanjung Selor.

Sebagai Ibukota Provinsi Kaltara, Tanjung Selor akan dijadikan sebagai kawasan khusus. Hal itu sebagai solusi disaat Tanjung Selor belum bisa menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB), lantaran terbentur oleh kebijakan moratorium pemekaran. Informasi yang diperoleh, setidaknya ada 2 wilayah yang masuk dalam kawasan khusus tersebut. Diantaranya Tanjung Selor dan Tanjung Palas.

“Adanya percepatan pembangunan kawasan khusus Tanjung Selor, sebagai Ibukota Provinsi Kaltara, berkaitan juga dengan kota baru mandiri (KBM). Sebelumnya ada undangan pembahasan dengan Kemendagri, dan kami hadir. Fokusnya adalah bagaimana percepatan pembangunan kawasan khusus itu. Yang nantinya akan ada payung hukum dalam bentuk peraturan pemerintah,” kata Bupati Bulungan Syarwani, Kamis (24/06/2021), pagi.

Beberapa hal yang harus disiapkan, kata dia, telah disampaikan. Termasuk diantaranya oleh pemerintah daerah Bulungan, yang sudah melakukan perubahan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

Disebutkan, Perda tentang RTRW Bulungan sudah disahkan tertanggal 1 April 2021 lalu. Selanjutnya, hal-hal lain siap dilakukan Pemda Bulungan dan juga Pemerintah Provinsi secara bersama-sama.

“Sama seperti sebelumnya, tetap ada 12 kementerian lembaga sebagaimana bunyi yang ada dalam Inpres Nomor 9 Tahun 2018, tentang percepatan KBM Tanjung Selor. Dan itu juga dimasukan dalam rancangan Peraturan Pemerintah, tentang Kawasan Khusus Tanjung Selor,” ucapnya.

Lanjut Syarwani,”Jika sesuai target, mudah-mudahan Juni ini sudah turun peraturan pemerintah terkait dengan percepatan pembangunan kawasan khusus Tanjung Selor, sebagai ibukota Kaltara,” terangnya.

Bupati memaparkan, sesuai hasil pembahasan bersama, delineasi kawasan khusus tersebut tidak hanya di Tanjung Selor. Tetapi sampai di Tanjung Palas.

“Dua Kecamatan ini masuk. Maka dari itu kita mengusulkan beberapa infrastruktur dasar yang perlu penanganan secepatnya. Baik itu kondisi jalan, drainase kota Tanjung Selor. Termasuk jalan terdekat Meranti-Buluh Perindu, dan juga untuk pengembangan Sungai Selor,” pungkasnya.

Bupati menambahkan, fasilitas umum lainnya juga diusulkan bisa masuk dalam pengembangan wilayah khusus tersebut.

Seperti revitalisasi Pasar Induk, Rumah Sakit, kemudian pelabuhan Kayan II agar bisa mendapat perhatian pemerintah pusat.

Disinggung Tanjung Palas peruntukannya seperti apa? Ia menegaskan untuk pengembangan infrastruktur yang meliputi beberapa wilayah di kecamatan tersebut. Seperti, Kelurahan Tanjung Palas Hulu, Tengah, dan hilir hingga di Kelurahan Karang Anyar dan Desa Gunung Putih.

“Tentunya ini juga bagian untuk menyiapkan pergeseran ataupun jika ke depan ada DOB (Derah Otonomi Baru) Tanjung  Selor. Sehingga itu bisa jadi ibukota Kabupaten Bulungan. Tapi untuk kali ini kita tak bicara DOB, tapi untuk kawasan khusus itu dulu,” tutupnya. (FBI)

Related posts