Formasi CPNS 2019 80% Diisi Penduduk Asli Lanny Jaya

Jum’at (4/5/2020) Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal beserta para kepala daerah dan kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) se-Papua termasuk Petrus Wawerka,SE, M.si selaku Kepala BKD Lanny Jaya hadir ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) di Jakarta untuk melakukan audiensi dengan Menpan RB Tjahjo Kumolo terkait pengangkatan tenaga honorer kategori dua (K2) sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) serta formasi CPNS tahun 2018.

Ditemui usai audiensi, Peter Wawerka mengatakan bahwa beberapa bulan yang lalu Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe telah mengirimkan surat kepada Menpan RB terkait pengangkatan tenaga honorer K2 (kategori dua) se-Provinsi Papua. Namun hingga bulan Agustus, pengangkatan tenaga kerja honorer K2 belum juga dilaksanakan.Diliputi perasaan bimbang, tenaga honorer K2 itupun melakukan demontrasi ke kantor Gubernur Jayapura. Para pendemo tersebut diterima dengan baik oleh Wakil Gubernur Klemen Tinal. Dalam pertemuan tersebut Klemen Tinal berjanji akan membawa dan mengawal masalah ini ke Menpan RB. “ Janji tersebut dipenuhi dengan kehadiran kami semua ke Kemenpan RB,” ucap Peter.

Tak hanya pengangkatan tenaga honorer K2, audiensi ini dilakukan untuk pemenuhan kuota CPNS formasi 2018 untuk Orang Asli Papua (OAP).” Berdasarkan surat edaran yang diberikan oleh Kementeran PAN RB di tahun 2020, OAP mendapatkan jatah pengangkatan ASN sebesar 80%, sedangkan non OAP mendapatkan jatah 20%. Namun pada saat diumumkan hasilnya justru kebalikan. Hal inilah yang menimbulkan demo besar-besaran di berbagai daerah termasuk Lanny Jaya,” ucap Petrus.

11 Agustus 2018, Kantor Bupati Lanny Jaya didatangi oleh ratusan pendemo yang berasal dari tim pencari kerja dari 39 Distrik di Lanny Jaya. Para pendemo tersebut merupakan warga yang mengikuti tes masuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2018.

Para pendemo sendiri diterima dengan baik oleh Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom,SE,M.Si. Didampingi oleh Ketua DPRD Tanus Kogoya, anggota DPRD,Kapolres Lanny Jaya, Sekda Lanny Jaya serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Befa segera melakukan audiensi dengan perwakilan para pendemo.

Dalam audiensi tersebut, para pendemo menolak dengan tegas pengumuman hasil kelulusan CPNS formasi 2018, karena tidak sesuai dengan aturan yang dibuat oleh pemerintah pusat. Untuk itulah mereka meminta agar formasi CPNS tahun 2019 100 % tidak ada pemberkasan baru dan diisi oleh tim pencari kerja asli Lanny Jaya yang sudah melamar sebagai CPNS formasi 2018.

Menanggapi aspirasi pendemo,Befa mengatakan akan mengawal dan menyampaikannya kepada Gubernur Papua dan Menpan RB.

Befa pun menepati janji dengan menugaskan Petrus Wawerka untuk turut serta bersama Wakil Gubernur Klemen Tinal, para Kepala Daerah serta BKD se-Papua ke Jakarta untuk menemui Menpan-RB.

Menurut Petrus, audiensi sendiri berlangsung dengan hangat dan santai, Menpan RB Tjahjo Kumalo terlihat serius mendengar permintaan dari Klemen Tinal, kepala daerah dan juga kepala BKD.”Puji Tuhan kami diterima dengan baik oleh Menpan RB Tjahjo Kumolo.Dalam pertemuan tersebut, Menpan Tjahjo sangat mengerti situasi yang dihadapi oleh Papua. Untuk itulah beliau mempersilahkan daerah untuk melakukan pengangkatan tenaga kerja honorer termasuk K2 untuk menjadi ASN,” tutur Petrus.

Karena tenaga honorer bukan hanya di Provinsi Papua saja tetapi tersebar juga di seluruh daerah di Papua termasuk Lanny jaya, maka Menpan RB meminta kepada para kepala daerah serta BKD yang hadir untuk mempersiapkan nama-nama honorer yang akan diangkat ASN kepada Kemenpan RB.” Kami diberi tenggat waktu hingga November 2020 untuk menyerahkan nama honorer yang akan diangkat menjadi ASN,” tegas Petrus.

Terkait dengan berapa banyak tenaga honorer yang akan diangkat menjadi ASN di Lanny Jaya, Petrus mengatakan belum mengetahui dengan pasti, untuk itulah dirinya akan melakukan pendataan ulang kembali termasuk di bidang pendidikkan, kesehatan, infrastruktur dan bidang lainnya. “ Ini wajib kami lakukan agar semua tenaga honorer di Lanny Jaya diangkat menjadi ASN,” ucap Petrus.

Untuk formasi CPNS 2018 di Lanny Jaya, Petrus mengatakan Menpan RB sudah memberikan jalan keluarnya. Beliau mengijinkan agar daerah di Papua yang belum mengumumkan hasilnya bisa meninjau kembali sesuai dengan kebijakan di daerahnya. Namun bagi yang sudah mengumumkan seperti halnya Lanny Jaya beliau mempersilahkan daerah tersebut untuk mengatur sendiri kuota formasi CPNS 2019 hingga seterusnya,” ucap Petrus.

Dipersilahkannya daerah untuk mengatur sendiri formasi CPNS 2019 hingga seterusnya sejalan dengan keinginan Befa Yigibalom. Saat melakukan pertemuan dengan warga yang melakukan Demo, Befa mengatakan bahwa bagi pencaker yang memiliki ijasah sarjana akan diselesaikan pada formasi CPNS tahun 2019.

Sedangkan untuk pencaker yang hanya memiliki ijasah SMA, Befa akan mempertimbangkannya. Karena berdasarkan hasil tes CPNS Formasi 2018 ada sekitar dua ribu dua ratusan orang warga yang mengikuti CPNS formasi 2018. “ Saya memohon maaf, karena untuk yang lulusan SMU formasinya hanya sedikit. Namun demikian, kami akan melakukan negosiasi dengan Menpan RB dan Provinsi Papua agar formasi ASN untuk SMU bisa ditambah,” tegas Befa.

Terkait dengan tuntutan 80 % OAP dan 20 % non OAP, Befa berjanji akan memberikan hak tersebut di tahun 2019. Befa juga tidak bisa mengabulkan keinginan mereka agar 100% formasi CPNS 2019 diisi semua oleh OAP, karena bertentangan dengan keinginan dari Pemerintah Pusat dan juga Pemerintah Provinsi.” Saya memohon maaf kepada warga Lanny Jaya karena tidak bisa mengabulkan permohonan yang satu ini. Saya berharap warga mau mengerti dan tidak terprovoksi dengan daerah lain yang sudah terlebih dahulu memberikan pengumuman bahwa kuota CPNS-nya akan diberikan 100 % kepada OAP,” tegas Befa.

“ Untuk yang 80% ini saya peruntukkan kepada warga Lanny Jaya. Karena mereka yang memahami langsung kondisi di daerah Lanny Jaya. Untuk kuota 20% -nya akan kami bagi kepada warga di daerah lainnya,” ujar Befa.

Ketua DPRD Lanny Jaya Tanus Kogoya menyambut baik keputusan yang dibuat Befa sebagai kepala daerah. Menurut Tanus apa yang dibuat Befa sudah sangat adil, karena banyak warga Lanny Jaya yang pada saat ini membutuhkan pekerjaan. Kebijakan Befa sendiri juga akan semakin terus mengurangi garis kemiskinan di Lanny Jaya yang jumlahnya semakin sedikit berkat adanya program Lanny Jaya MCS (Mandiri,Cerdas dan Sehat).

Seperti diketahu bersama MCS merupakan program yang dibuat Befa Yigibalom bersama Wakilnya Yemis Kogoya S.IP. MCS dibuat untuk mengatasi masalah kemiskinan yang terjadi di Lanny Jaya. Berkat adanya MCS, kemiskinan di Lanny Jaya semakin berkurang. Ini dikarenakan Befa memberikan syarat kepada warga yang menerima agar mengelola uang yang mereka peroleh untuk mengolah perkebunan, peternakan dan juga pertanian. Menurut Befa ini dimaksudkan agar warga tidak terlena dengan uang yang diberikan pemerintah sehingga mereka tidak mau bekerja keras untuk mendapatkan uang.

“ Puji Tuhan mereka meresponnya dengan baik, sehingga kehidupan mereka pada saat ini menjadi lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya,” ucap Befa.
Meski terbilang berhasil, Befa mengaku tidak akan berpuas diri dan akan terus mengembangkan program MCS sehingga kemiskinan di Lanny Jaya tidak ada sama sekali.(Hs.Foto.HS)

Related posts