Jakarta, GPriority.co.id – Ada yang menarik perhatian warganet ketika foto barang-barang hasil penjarahan rumah Ahmad Sahroni dibagikan di media sosial. Salah satu foto menampilkan dildo yang diduga ditemukan di rumah anggota DPR tersebut.
Menurut informasi, rumah mewah Ahmad Sahroni yang berada di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dijarah massa saat ia dan keluarganya sedang berada di luar negeri.
Terlihat dalam video yang viral beredar di media sosial, berbagai aset berharga mulai dari koleksi miniatur mobil balap, jam tangan mewah merk Richard Mille dengan harga miliar rupiah, hingga figur Iron Man senilai ratusan juta raib dan dirusak massa.
Selain itu, mobil-mobil mewah milik Ahmad Sahroni dengan merk Porsche, Lexus, hingga Mustang yang saat itu terparkir di garasi juga ikut dihancurkan massa. Warganet pun menyorot aksi penjarahan di rumah Sahroni tersebut. Terlebih, ia dikenal sebagai sosok “Crazy Rich Tanjung Piok” dan sering memamerkan koleksi mewah pribadinya.
Kendati demikian, terkait foto dildo dengan label “Black Mamba” yang diduga ditemukan di rumah Sahroni ternyata hoax. Sejumlah akun media sosial mengonfirmasi foto tersebut bukan hasil dari aksi penjarahan rumah Sahroni, melainkan dari rumah aktris Elissa di Beirut, usai tragedi ledakan di tahun 2020.
“Rumah aktris Elissa setelah pengeboman pelabuhan Beirut,” bunyi keterangan pada postingan salah satu akun di Facebook tanggal 8 Agustus 2020.

Di samping itu, dildo yang diberi istilah “Black Mamba” itu juga diduga merupakan hasil editan. Penemuan ini meluruskan informasi yang beredar namun juga menegaskan bahwa ada oknum-oknum tak bertanggung jawab yang sengaja ‘menggoreng’, guna memperkeruh opini publik di tengah situasi Indonesia yang tak baik-baik saja saat ini.
Selain rumah Ahmad Sahroni, massa juga menjarah rumah anggota DPR RI lainnya seperti Eko Patrio dan Uya Kuya. Bahkan rumah Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani juga ikut terkena imbasnya.
Bukan hanya menjarah barang-barang, namun ratusan massa juga melakukan perusakan terhadap rumah-rumah para pejabat tersebut dengan membabi-buta. Meski awalnya banyak didukung, namun kini banyak juga yang beranggapan jika aksi-aksi semacam itu merupakan provokasi dari oknum-oknum tertentu yang ingin memecah belah bangsa.
Oleh karenanya, masyarakat Indonesia diimbau untuk tak mudah terprovokasi yang dikhawatirkan dapat merugikan diri sendiri karena aksi-aksi tak yang terlewat batas.
