Gedung Laboratorium PCR RSUD Malinau Masih Proses, Sekda Ernes: Harus Bisa Menyiasati Waktu

GPRIORITY, MALINAU – Pembangunan gedung laboratorium PCR (Polymerase Chainsmokers Reaction) di RSUD Malinau, masih dalam proses.

Pemerintah Kabupaten Malinau bersama manajemen RSUD dan pihak ketiga sedang membahas desain fisik laboratorium.

Dalam rapat yang berlangsung virtual Kamis (15/07), Sekretaris Daerah Malinau Dr. Ernes Silvanus meminta pihak ketiga dan RSUD Malinau dapat memacu progres pembangunannya.

“Saya harapkan proses pembangunan laboratorium PCR harus dipacu. Semoga pekan depan sudah mulai berproses pembangunannya,” kata Ernes, Selasa (20/07/2021).

Tak hanya itu, dia juga meminta teknis pelaksanaan di lapangan dapat diawasi, sehingga dapat berjalan maksimal.

Apalagi posisi pembangunan berada di lingkup RSUD.

“Kami harapkan, pada saat membangun, pihak ketiga harus memperhatikan bagian-bagian agar tidak menganggu aktivitas di RSUD. Terutama pada pelayanan pasien-pasien lainnya,” terangnya.

Karena itu, Ernes berpesan saat membangun harus dapat menyesuaikan waktu yang tersedia.

“Paling penting, jangan sampai banyak waktu hilang dalam proses membangun laboratorium ini. Jadi harus bisa menyiasati waktu,” ujarnya.

Ernes menuturkan, pihak ketiga sebelum membangun harus betul-betul melihat ketersediaan bahan material di Malinau.

“Utamanya material khusus, tolong dilihat dulu. Kalau memang tidak tersedia di Malinau, segera dipesan. Jangan saat sudah membangun, lalu material khusus tidak ada, baru buru-buru dipesan. Jadi harus dicek terlebih dahulu,” tuturnya.

Apabila ada kendala di lapangan, dia meminta segera dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan, penyedia barang dan jasa maupun inspektorat.

“Kalau ada kendala di lapangan, cepat dikomunikasikan. Paling penting itu, segala administrasi percepatan pembangunan laboratorium PCR harus tersedia dengan baik. Ini harus menjadi perhatian bersama. Kita ingin sarana prasarana laboratorium PCR segera terwujud,” ungkap Ernes.

Menurut dia, laboratorium PCR ini sangat dibutuhkan karena pemeriksaan rapid test antigen di Malinau masih terus dilakukan.

“Alat PCR harus segera dioperasikan secepatnya,” pungkasnya. (FBI)

Related posts