Gegara Pisang Mahasiswi Cianjur Raih Omset Milyaran

Jakarta,GPriority.co.id-Cianjur dikenal sebagai gudangnya santri dan kyai. Namun siapa sangka selain menghasilkan santri berkualitas juga menghasilkan wirausahawan muda bernama Nurul Insani.

Lewat produk kripik pisang bernama Banana Chips yang diolah dari hasil pertanian pisang di daerahnya, wanita yang baru menginjak usia 20 tahun ini mampu menjadi wirausahawan muda yang mampu meraup omset hingga milyaran rupiah. Seperti apa kisahnya, simak dibawah ini.

Awal 2020, badai COVID 19 datang dan menghantam perekonomian keluarganya karena permintaan pisang yang menurun. “Awalnya coba-coba, punya modal Rp 300 ribu lalu pisang yang dipanen bapak, saya jadikan keripik dikemas lalu saya jual, baik secara langsung juga melalui online,” kata Nurul dikutip dari YouTube Kementan, Rabu (15/2/2023).

Dirinya mengaku tidak menyangka keripik pisang yang diproduksinya kini menjadi familiar. Meskipun, kata Nurul, sempat kurang optimis dalam menjalankan usahanya tersebut.

“Pada bulan ke dua di tahun 2021 kemarin, saya juga sempat panik karena barang banyak yang beli tapi tiba-tiba dibulan berikutnya sempat sepi pembeli,” ucapnya.

Nurul mengaku usaha yang ditekuninya itu sudah berjalan kurang lebih 15 bulan dengan rata-rata omset Rp14 juta per bulan. “Dari omset pertama saya punya Rp300 ribu, lalu punya omset di bulan ke dua Rp4 juta hingga Rp5 juta. Sekarang di tahun 2022 ini omsetnya sudah mencapai Rp14 juta,” katanya.

Lebih lanjut Nurul mengatakan, saat keripik pisang miliknya akan dipasarkan ke toko ritel, sempat diminta persyaratan mulai dari hasil olahan hingga izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan.

“Sudah saya urus semua, bahkan PIRT pun sudah ada. Sekarang alhamdulillah sudah bisa bekerjasama dengan pemasaran online salah satunya marketplace Shopee,” ujarnya.

Diusianya yang baru menginjak 20 tahun, Nurul merasa bangga karena sudah tidak lagi minta uang jajan kepada orangtuanya. Terlebih dirinya saat ini masih kuliah semester akhir. “Alhamdulillah, asalkan ada niat dan keinginan yang kuat pasti bisa terwujud. Yang pasti segala sesuatunya butuh proses,” katanya.

Dari proses tersebut, Nurul mengaku mempelajari bahwa pertanian memiliki peluang emas yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh milenial. “Untuk usaha keripik pisang ini saja misalnya, bukan hanya bisa meningkatkan pendapatanku, tetapi juga Petani Pisang di sekitar yang hasil panennya bisa dibeli, membantu orang-orang sekitar untuk mempunyai pekerjaan, bahkan mitra reseller kita yang bisa memiliki penghasilan dari bisnis ini,” tuturnya.

Nurul juga mengaku bangga bisa menjadi bagian dari Petani muda milenial yang turut mengambil peran untuk Pertanian Indonesia. Bahkan menurutnya, sudah saatnya anak muda Indonesia banyak berperan bukan baperan. Untuk memanfaatkan peluang-peluang baru untuk sekitar, membuka lapangan pekerjaan baru agar semakin produktif dan menghasilkan sehingga banyak Masyarakat sejahtera. (Hs.Foto: SS YouTube)