Hajatan Dilarang, Ketatkan PPKM Mikro Tangsel

Tangsel,Gpriority-Hingga Selasa Pagi (21/6/2021) jumlah kasus Covid-19 di Kota Tangerang Selatan seperti dilansir laman Satgas Covid-19 Tangsel, mengalami penambahan sebesar 87 kasus, sehingga total  kasus Covid-19 di Tangsel menjadi 12.147 kasus.Dari jumlah tersebut 11.131 orang sudah dinyatakan sembuh, sisanya menjalani isolasi mandiri di rumah sakit dan pusat karantina rumah lawan Covid-19 Tangsel.

Meningkatnya kasus Covid-19 di Tangsel membuat Pemerintah Kota Tangerang Selatan memperketat kembali Pembatasan Kegiatan Masyarakat. “ Berdasarkan surat edaran yang saya buat beberapa waktu yang lalu terkait perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro nomor 443/2073/Huk, seluruh kegiatan yang menimbulkan kerumunan masa seperti hajatan baik pernikahan maupun sunatan untuk sementara waktu tidak diperbolehkan,” tegas Benyamin Davnie dalam siaran persnya pada Rabu (23/6/2021).

Benyamin dalam siaran persnya juga mengatakan bahwa rumah ibadah baik di zona merah, kuning,orange dan hijau tetap dipersilahkan buka dengan kapasitas 50% dari normalnya, wajib menjaga jarak dan menggunakan masker.

“ Untuk Pembelajaran Tatap Muka secara Terbatas yang akan berlangsung di Juli, mohon maaf tidak dapat dilaksanakan terlebih dahulu mengingat angka Covid-19 di Tangsel masih tinggi. Sebagai gantinya para siswa akan kembali belajar online hingga Covid-19 di Tangsel kembali turun,” jelas Benyamin.

Pemkot Tangsel seperti dituturkan Benyamin Davnie juga membatasi jam operasional pusat perbelanjaan dan kuliner hingga pukul 20.00 WIB.” Mohon maaf bagi pelaku usaha kuliner baik yang di restoran, rumah makan, mall dan pinggir jalan, kami mempersilahkan buka hingga pukul 20.00 WIB,” kata Benyamin.

Masih terfokus pada pusat perbelanjaan dan kuliner, Benyamin juga mengatakan bahwa pengunjung  yang datang kembali dibatasi hanya 50% dari kapasitas normal. (Hs.Foto.Istimewa)    

 

Related posts