Indikator Moderasi Beragama

Moderasi beragama pada saat ini tengah digaungkan oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Agama.

Lantas apa sih moderasi beragama? Dilansir dari laman medsos resmi Kementerian Agama (Kemenag) pada Rabu (29/9/2021), moderasi beragama adalah cara pandang kita dalam beragama secara moderat, yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem, baik ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. Ekstremisme, radikalisme, ujaran kebencian (hate speech), hingga retaknya hubungan antarumat beragama, merupakan problem yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini.

Lebih lanjut dijelaskan dalam laman tersebut, moderasi beragama bukanlah hal yang absurd yang tidak bisa diukur. Untuk itulah dibutuhkan indikator-indikator yang bisa mengukur keberhasilan penerapan moderasi beragama.Adapun indikator yang dimaksud:

1.Komitmen kebangsaan yang bisa diukur dari penerimaan terhadap prinsip-prinsip berbangsa yang tertuang dalam konstitusi UUD 1945 dan regulasi di bawahnya.

2.Toleransi. Guna mengukur indikator ini, Anda hanya tinggal melihat apakah sudah menghormati perbedaan dan memberi ruang bagi orang lain untuk berkeyakinan, mengekspresikan keyakinan, menyampaikan pendapat,menghargai kesetaraan dan bekerja sama. Jika sudah berarti Anda telah menjalankan indikator toleransi.

3.Anti kekerasan. Indikator ini bisa terlihat jika saat Anda menolak ajakan individu maupun kelompok untuk melakukan kekerasan agar tujuan yang dia inginkan tercapai.

4.Penerimaan terhadap tradisi. Indonesia memiliki beragam tradisi yang berbeda-beda untuk itulah kita harus ramah dan menerima budaya tersebut sejauh tidak bertentangan dengan pokok ajaran agama.

Menjadi moderat bukan berarti menjadi lemah dalam beragama. Menjadi moderat bukan berarti cenderung terbuka dan mengarah kepada kebebasan. Keliru jika ada anggapan bahwa seseorang yang bersikap moderat dalam beragama berarti tidak memiliki militansi, tidak serius, atau tidak sungguh-sungguh, dalam mengamalkan ajaran agamanya.

Oleh karena pentingnya keberagamaan yang moderat bagi kta umat beragama, serta menyebarluaskan gerakan ini. Jangan biarkan Indonesia menjadi bumi yang penuh dengan permusuhan, kebencian, dan pertikaian. Kerukunan baik dalam umat beragama maupun antarumat beragama adalah modal dasar bangsa ini menjadi kondusif dan maju.(Hs.Foto.Humas Kemenag)

  

Related posts