Ini Alasan Menkeu Purbaya Pangkas Anggaran MBG 2026 Jadi Rp268 Triliun

Menkeu Purbaya dalam konferensi pers yang berlangsung di Kemenkeu RI pada Selasa (19/5)/Foto : Dok. YouTube Kementerian Keuangan RI Menkeu Purbaya dalam konferensi pers yang berlangsung di Kemenkeu RI pada Selasa (19/5)/Foto : Dok. YouTube Kementerian Keuangan RI

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah resmi memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 menjadi Rp268 triliun. Nilai tersebut turun sekitar Rp67 triliun dibandingkan pagu awal yang sebelumnya mencapai Rp335 triliun.

Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari langkah efisiensi belanja negara tanpa mengurangi efektivitas program prioritas nasional tersebut.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa keputusan pemangkasan anggaran dilakukan setelah evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan riil program MBG di lapangan. Pemerintah tetap memastikan distribusi makanan bergizi kepada para siswa berjalan optimal meski anggaran disesuaikan.

Presiden Prabowo Subianto disebut meminta agar efisiensi dilakukan secara hati-hati sehingga manfaat program tetap dirasakan masyarakat luas.

“Yang penting programnya tetap berjalan efektif dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Purbaya pada Selasa (19/5) dikutip dari YouTube Kemenkeu RI.

Menurut pemerintah, langkah efisiensi juga dilakukan untuk menjaga kesehatan fiskal negara di tengah besarnya kebutuhan belanja nasional pada APBN 2026.

Selain program MBG, pemerintah masih harus mengalokasikan anggaran besar untuk sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan perlindungan sosial.

Hingga pertengahan 2026, realisasi program MBG disebut terus meningkat. Pemerintah telah membangun ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah guna mendukung distribusi makanan bergizi secara merata.

Program tersebut ditargetkan menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat pada tahun depan.

Meski anggaran dipangkas, pemerintah menegaskan target utama program tidak berubah. Fokus efisiensi diarahkan pada penguatan tata kelola, distribusi, serta pengawasan penggunaan anggaran agar lebih tepat sasaran.

Langkah ini dinilai penting mengingat MBG menjadi salah satu program dengan alokasi dana terbesar dalam APBN 2026.

Program MBG sendiri menjadi salah satu kebijakan unggulan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.

Hingga akhir April 2026, realisasi anggaran program tersebut telah mencapai sekitar Rp75 triliun dengan jumlah penerima manfaat hampir 62 juta orang di berbagai daerah Indonesia.

Pemerintah juga telah mengoperasikan puluhan ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung distribusi makanan bergizi secara nasional.