Ini yang Diperhatikan Sebelum Menggugah di Medsos

Makassar,Gpriority-Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Untuk 25 November 2021, Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia,Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, kembali digelar di beberapa daerah di Sulawesi termasuk Makassar yang terletak di Sulawesi Selatan.

Dalam acara yang juga menjalin kerja sama dengan Universitas UIN Alauddin Makassar tampak hadir 957 peserta secara online sedangkan untuk temanya, 3 lembaga yang melakukan kolaborasi mengambil tema “Sopan dan Beradab di Media Sosial”.

Sesuai dengan temanya, narasumber yang dihadirkan pun berkelas di bidangnya seperti Mustari Mustafa selaku guru besar FDK UIN Alauddin; Irwanti Said selaku wakil dekan 3 FDK UIN Alauddin; Ramsiah Tasruddin selaku dosen FDK UIN Alauddin; serta Iznadiar Azkiani selaku pemengaruh sekaligus anggota dari Mojang Intelegensia. Diskusi dimoderatori oleh Sadhriany Pertiwi Saleh selaku dosen Ilmu Komunikasi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Materi pertama dibawakan Mustari Mustafa dengan judul “Media Sosial dan Peradaban Baru”. Menurut dia, lahirnya media sosial menjadikan pola perilaku masyarakat mengalami pergeseran, baik pada segi budaya, etika, dan norma yang ada. Contohnya, muncul kelompok sosial yang mengatasnamakan agama, suku, dan perilaku tertentu yang terkadang menyimpang dari norma-norma yang ada. “Ketika informasi tidak ada batasan ruang dan waktu, media sosial menjadi wahana untuk memajukan peradaban dan menjaga moralitas bangsa,” ujarnya.

Selanjutnya, materi dilanjutkan Ramsiah Tasruddin yang membahas “Bijak sebelum Mengunggah di Media Sosial”. Ia membuka sesi dengan memaparkan bahwa bijak dalam bermedia sosial tidak dapat terlepas dari etika berinternet. “Etika berinternet adalah seperangkat prinsip moral yang mengatur individu atau kelompok tentang perilaku apa yang dapat diterima saat menggunakan internet dan media sosial,” tuturnya.
Pemateri ketiga, Irwanti Said, membawakan tema “Informasi Digital, Identitas Digital, dan Jejak Digital dalam Media Sosial”. Ia menuturkan bahwa salah satu alasan mengapa media sosial kian banyak digandrungi saat ini adalah karena komunikasi yang dilakukan di media sosial terjalin secara dua arah. Dalam hal ini, Irwanti menghimbau agar kita tetap berhati-hati dan memahami bahwa terdapat beberapa hal yang tidak boleh dilakukan di media sosial.

Iznadiar Azkiani menutup sesi pemaparan dengan materinya yang berjudul “Keamanan Aplikasi Sosial Media”. Dia menuturkan bahwa yang dimaksud dengan sifat bijak dalam bermedia sosial dapat diartikan sebagai “kemampuan individu dalam menyadari, mengenali, dan mengontrol segala sesuatu yang ada pada media sosial agar terciptanya media sosial yang aman dan bermanfaat”. Berdasarkan keresahan yang timbul akibat banyaknya kejahatan di media sosial, Iznadiar mengingatkan agar tidak mencantumkan informasi secara detail di media sosial.

Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Salah satunya menanyakan bagaimana cara yang tepat bagi orang tua untuk membimbing anak yang sedang belajar dalam penggunaan teknologi, khususnya bagi para siswa yang masih dalam jenjang sekolah dasar.Menanggapi pertanyaan tersebut, Irwanti menjawab bahwa kondisi pandemi saat ini memang memaksa orang tua agar lebih melek teknologi untuk membantu dan membimbing anak dalam belajar. Formula atau cara yang tepat, menurutnya, akan berjalan dengan sendirinya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto.Dyandra Promosindo)

 

 

Related posts