Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru Jadi Kunci Keberhasilan Memasuki Era Produktif dan Aman Covid-19


Saat ini sejumlah daerah telah menerapkan tatanan kenormalan baru dengan melakukan inovasi-inovasi agar ekonomi kembali bangkit, produktif dan tetap aman di masa Covid-19.

Berangkat dari kondisi itu, digelarnya Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) harapannya, lewat lomba ini, daerah bisa membuat protokol sekaligus simulasi new normal yang dapat dilihat semua orang dengan cara membuat video, demikian dijelaskan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat memberikan sambutan di acara penganugerahan Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru di Gedung C Kemendagri, Senin (22/6).

Lomba inovasi tersebut dibagi menjadi 7 kategori yakni pasar tradisional, pasar modern/mal, restoran, hotel, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), tempat wisata dan transportasi umum. ”Ketujuh sektor tersebut dipilih dikarenakan semua daerah memilikinya,” ujar Tito.

Tito mengatakan agar lomba ini terbagi rata pesertanya, maka pihak panitia membaginya menjadi empat klaster pemerintah daerah. Adapun klaster yang dimaksud adalah, lomba antar provinsi, antar kota, antar kabupaten dan antar daerah tertinggal.

Lebih lanjut dikatakan Tito, setelah melalui proses penjurian yang panjang oleh Kemendagri, Kemenparekraf, Kemenkeu, Kemenkes dan Gugus Tugas Covid-19, maka ada 11 Provinsi, 14 kabupaten, 13 kota, 12 daerah tertinggal yang terpilih untuk meraih piagam dan Dana Intensif Daerah (DID) sebesar 3 milyar rupiah untuk pemenang pertama, 2 milyar rupiah untuk pemenang kedua dan 1 milyar untuk pemenang ketiga. “ Saya mengucapkan selamat kepada pemenang. Semoga prestasi ini bisa melecut semangat pemerintah daerah lainnya dalam menerapkan new normal. Sehingga perekonomian daerah kembali terangkat,” jelas Tito.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin ketika membuka acara penganugrahan tersebut secara virtual mengatakan bahwa apa yang dilakukan Kemendagri sangatlah tepat. Pasalnya lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru bisa jadi kunci keberhasilan daerah dalam memasuki era produktif dan aman Covid-19.

Ma’ruf memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan oleh Kemendagri dalam memberikan penghargaan dan insentif pada daerah baik tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, dan bahkan juga daerah tertinggal. “Saya juga telah mendengar inovasi apa saja yang telah dihasilkan oleh daerah yang mengikuti lomba. Semua inovasi ini merupakan sumbangan bagi daerah dan sektor ekonomi lainnya untuk dapat segera menyiapkan tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19,” pungkas Wapres.

Berikut daftar pemenang di setiap sektor dan cluster:
1. Sektor Pasar Tradisional.
Cluster Provinsi: Bali, Sulawesi Selatan, dan Lampung
Cluster Kota: Bogor, Semarang, Palembang
Cluster Kabupaten: Banyumas, Lumajang, Semarang
Cluster Kabupaten Tertinggal: Lembata, Seram Bagian Barat, Pesisir Barat.

2. Sektor Pasar Moderen.
Cluster Provinsi: Jawa Timur, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Cluster Kota: Bogor, Sukabumi, Semarang
Cluster Kabupaten: Aceh Tamiang, Kebumen, Tulungagung
Cluster Kabupaten Tertinggal: Seram Bagian Barat, Belu, Nias.

3. Sektor Restoran.
Cluster Provinsi: Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jambi.
Cluster Kota: Bogor, Tangerang, Jambi.
Cluster Kabupaten: Trenggalek, Tabalong, Lumajang.
Cluster Kabupaten Tertinggal: Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Seram Bagian Barat.

4. Sektor Hotel.
Cluster Provinsi: Jambi, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan
Cluster Kota: Pekanbaru, Surabaya, Semarang
Cluster Kabupaten: Trenggalek, Kebumen, Sintang
Cluster Kabupaten Tertinggal: Sumba Barat Daya, Seram Bagian Barat, Tojo Una-una.

5. Sektor PTSP
Cluster Provinsi: Sulawesi Tenggaea, Kalimantan Utara, Jawa Tengah
Cluster Kota: Bekasi, Bandung, Surabaya
Cluster Kabupaten: Trenggalek, Sinjai, Situbondo
Cluster Kabupaten Tertinggal: Nias, Seram Bagian Barat, Sumba Barat

6. Sektor Tempat Wisata.
Cluster Provinsi: Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan.
Cluster Kota: Semarang, Bogor, Pare-pare
Cluster Kabupaten: Sintang, Gunung Kidul, Trenggalek
Cluster Kabupaten Tertinggal: Sigi, Rote Ndao, Seram Bagian Barat

7. Sektor Transportasi Umum.
Cluster Provinsi: Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Tengah.
Cluster Kota: Bengkulu, Banda Aceh, Semarang.
Cluster Kabupaten: Sintang, Tegal, Tapanuli Utara.
Cluster Kabupaten Tertinggal: Jayawijaya, Seram Bagian Barat, Kepulauan Sula.# ( Haris)

Related posts