Irwan Hamid Buka UKW PWI Pinrang

PINRANG, Gpriority —Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pinrang menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi wartawan yang ada di wilayah Kabupat n Pinrang. Sedikitnya 44 wartawan dari berbagai media, cetak maupun elektronik terdaftar mengikuti kegiatan yang dibuka Bupati Pinrang, HA Irwan Hamid di MS Hotel, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Kamis 20 Mei 2021 siang tadi.

Plt. Ketua PWI Pinrang, Masrul Umar dalam laporannya mengatakan, UKW merupakan salah satu program yang tujuannya untuk meningkatkan kompetensi wartawan. Wujud kepedulian pemerintah daerah karena memiliki tanggung jawab dan tugas untuk membantu meningkatkan kualitas dan kompetensi wartawan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemkab Pinrang, terkhusus kepada bapak Bupati HA Irwan Hamid,” ungkapnya.

Sebelumnya, Masrul Umar mengatakan, terlaksananya UKW saat ini merupakan kegiatan yang perjalanannya cukup panjang dan diajukan setiap tahun ke pemerintah daerah dan baru direspons setelah kepemimpinan HA Irwan Hamid sebagai Bupati Pinrang.

”Memang beliau, sangat dekat dengan wartawan dan itu masih saat beliau menjabat Ketua DPRD Pinrang, Mudah-mudahan kegiatan UKW
ini mendorong para wartawan untuk terus meningkatkan kompetensinya,” jelasnya

Untuk pelaksanaan UKW Angkatan Ke-21 di bumi Lasinrang diikuti 44 peserta dimana 21 wartawan mengikuti jenjang muda dan 3 wartawan jenjang madya. Wartawan lokal asal Pinrang yang ikut UKW sebanyak 28 orang, sisanya berasal dari luar daerah seperti Kota Palopo, Parepare, Toraja, Sidrap dan Sulawesi Barat.

Ketua PWI Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili Ketua Bidang Siber, H Ismail Asnawi mengungkapkan, PWI Sulsel sangat mensupport upaya yang dilakukan PWI di daerah terutama untuk meningkatkan profesionalisme wartawan.
Peningkatkan profesionalisme wartawan, kata dia, sangat dibutuhkan mengingat kerja-kerja wartawan yang cukup berat dalam memberikan kontrol kepada kinerja pemerintah.

“UKW sangat dibutuhkan dalam upaya meningkatkan kompetensi wartawan. Terlebih saat ini, banyak dan mudahnya membuat media online,”jelasnya.

Peserta berasal dari media online. Maka ada dua poin pesan yang harus dipahami. ” Kalian para peserta masuk dalam dunia jurnalis jangan setengah-setengah artinya jangan berhenti belajar dan belajar. Dan pada UKW ini, tidak ada yang tak lulus namun hanya apakah dia kompeten atau tak berkompeten. Tes ini adalah kegiatan keseharian para wartawan, dan tetap jaga etika dan disiplin,”bebernya.

Kedua dalam menciptakan wartawan profesional, maka para pemilik media khususnya online harus terverifikasi di dewan pers. ” Pembaca paling liar itu adalah dari media online, maka bersainglah untuk terus berkompeten.
Banyak yang buat media walaupun bukan berlatar belakang media, dengan mengindahkan sumber daya manusia (SDM). Maka makin banyak yang berkompeten, maka informasi akan lebih baik,”jelasnya.

Ketua PWI Pusat, Atal S Dapari diwakili Asesor Dewan Pers, Hendro Basuki mengungkapkan, UKW dimulai sejak 2011 berdasarkan kesepakatan di Palembang di 2010 lalu, Dimana, wartawan Indonesia perlu melewati yang namanya sertifikasi.

“Saat ini ada 16 ribu wartawan yang bersertifikasi dan 6 ribu diantaranya merupakan anggota PWI,” jelasnya.

Ia pun mengimbau para wartawan harus berwawasan, kompeten, dan tingkatkan kapasitas diri, wartawan harus banyak membaca untuk membedakan diri dengan penggiat medos yang tak dilindungi berbagai aturan.

Boleh memiliki media online, namun harus patuh akan kode etik, pembukaan UKW dihadiri Bupati, Sekda dan Forkopimda Kabupaten Pinrang.(AE)

Related posts