Kemendag: Misi Dagang ke Cile Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kemitraan Bilateral

Jakarta, GPriority.co.id – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Didi Sumedi, memimpin Delegasi Misi Dagang Indonesia ke Cile pada 9–10 Mei 2024. Bersama Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono, misi dagang tersebut bertujuan mendorong peningkatan nilai perdagangan Indonesia ke Amerika Selatan melalui Cile serta memanfaatkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Cile (IC–CEPA).

Menurut Didi, Kemendag berkomitmen untuk mengakselerasi penetrasi produk Indonesia ke pasar nontradisional seperti Amerika Selatan, dengan Cile sebagai akses utama. Misi dagang ini juga bertujuan memperkuat potensi perdagangan dan kemitraan ekonomi pasca implementasi IC–CEPA pada 2019.Didi menegaskan kontribusi Kemendag dalam mendukung peningkatan ekspor nasional.

“Melalui pemanfaatan perjanjian dagang IC–CEPA, potensi nilai perdagangan kedua negara masih dapat ditingkatkan sampai USD 1 miliar,” kata Didi dalam keterangan yang diterima, Jumat (17/5).

IC–CEPA, yang menghapuskan sebagian besar tarif perdagangan, telah memberikan dampak positif pada pertumbuhan perdagangan Indonesia–Cile sebesar 21,73 persen.

Dalam misi dagang tersebut, sembilan pelaku usaha dan asosiasi Indonesia, dari sektor seperti kelapa sawit, pestisida, kimia, suku cadang kendaraan, dan pengemasan, turut serta. Forum bisnis Indonesia–Cile mencatat potensi transaksi senilai USD 7,45 juta, dengan produk kelapa sawit, suku cadang kendaraan, dan plastik kemasan sebagai pendorong utama.

Pertemuan dengan Konfederasi Industri Cile (SOFOFA) dan perwakilan Pemerintah Cile bertujuan memperluas kerja sama ekonomi bilateral.Kunjungan bisnis ke berbagai sektor, seperti supermarket, importir suku cadang otomotif, furnitur, dan sepeda, berhasil mencatat minat bisnis signifikan.

Supermarket Jumbo, misalnya, menyatakan minatnya terhadap produk mie dan kelapa dari Indonesia. Sementara itu, pada pertemuan dengan Cross Mountain, importir sepeda ternama di Cile, Didi mendorong pemanfaatan skema pengurangan tarif IC–CEPA untuk meningkatkan impor sepeda dari Indonesia.

“Sepeda merupakan salah satu produk yang mendapat tarif preferensi pengurangan bea masuk dalam skema IC–CEPA,” kata Didi.

Foto: Kemendag