Kemenkes sebut 77 Orang Meninggal Akibat Campak Sepanjang 2025–2026

Ilustrasi anak terkena penyakit campak/Foto iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sepanjang periode 2025 hingga 2026 terdapat 77 orang meninggal dunia akibat penyakit campak.

Selain itu, tercatat sebanyak 86.144 orang diduga mengalami campak, sementara 52.878 orang telah terkonfirmasi positif mengidap penyakit tersebut.

Ketua Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI), dr. Hinky Hindra Irawan, mengatakan campak merupakan penyakit yang tingkat penularannya jauh lebih tinggi dibandingkan Covid-19.

Penyakit campak bisa menularkan 12-18 anak di sekitarnya. Jauh lebih menular daripada covid 19, yang rata-rata hanya 1-3 anak. Jadi campak ini jauh sangat menular dan sama juga ujung-ujungnya meninggal,” kata dr. Hingky dalam acara NgoPI “Ngobrolin Pekan Imunisasi” di Kantor Kemenkes RI, Rabu (8/4).

Ia menjelaskan, penyakit campak sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Namun, karena tingkat penularannya sangat tinggi, cakupan imunisasi harus mencapai minimal 95 persen.

“Jikalau sangat menular cakupan angkanya harus sangat tinggi juga dan harus terus, jangan kendor, karena penyakit ini begitu kita lengah muncul dia,” tegasnya.

Lebih lanjut, dr. Hinky menjelaskan bahwa penularan campak terjadi melalui udara, seperti percikan ludah saat batuk atau bersin.

Penderita campak juga berisiko mengalami komplikasi berat, antara lain sesak napas akibat radang paru-paru, kejang karena radang otak, diare berat yang menyebabkan dehidrasi, hingga berujung pada kematian.