Kemenparekraf Kembangkan Wisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

Labuan Bajo, Gpriority- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyelenggarakan Road to G20: Sustainable Tourism & Creative Economy Investment Forum 2021 di Hotel Meruorah Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dan juga secara virtual melalui Zoom, Selasa (23/11/21).

Sebagai salah satu dari lima destinasi Super Prioritas Pariwisata, Pemerintah Indonesia terus melakukan pembangunan dan pengembangan pariwisata ekonomi kreatif yang tersebar di Labuan Bajo – Flores. Selain faktor ekonomi, investasi terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diharapkan dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Deputi Industri dan Investasi Kemenparekraf, Fadjar Hutomo mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

“Semoga forum ini dapat menjadikan sikap kuat kita dalam menghadapi kondisi terkini sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia untuk dapat mendorong pemulihan ekonomi secara nasional,” katanya.

Berdasarkan data dari BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), Fadjar menyebutkan bahwa meskipun berada di situasi pandemi, capaian investasi di sektor pariwisata dan ekonomi tahun 2020 mengalami kenaikan dari tahun 2019.

“Jadi saya optimis bahwa pandemi ini barangkali di satu sisi memberikan musibah menutup pintu, tetapi juga membuka pintu yang lain. Yang Kalau kita jeli dan cermati itu akan menjadi jalan keberkatan di masa yang akan datang,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, Fadjar juga menyebutkan bahwa ada 4 pilar yang harus diakukan untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism. Yang pertama adalah pilar destinasi wisata berkelanjutan, yang mana ekosistem sebuah manajemen destinasinya harus berkelanjutan.

“Kedua ekonomi lokal artinya setiap rupiah investasi yang ada di Labuan Bajo harus membawa manfaat bagi masyarakat lokal setiap investasi yang hadir di bajo harus melibatkan rantai pasok dari UKM lokal. Maka dari itu UKM lokal di Labuan Bajo dan sekitarnya NTT pada umumnya harus disiapkan,” ujarnya.

Yang ketiga yaitu budaya, Ia berpesan agar jangan sampai dengan dijadikannya Labuan Bajo sebagai salah satu 5 destinasi super prioritas membuat masyarakat kehilangan akar budayanya.

Kemudian yang terakhir yaitu lingkungan yang harus dijaga, dengan mengedukasi masyarakat dan wisatawan. Ia juga meminta kepada wisatawan yang ingin berlibur untuk tidak meninggalkan sampah

“Saya ke Pulau Padar beberapa waktu yang lalu, wisatawan itu kelakuannya masih kayak botol plastik ditinggal begitu saja, memang tidak ada tong sampah di sana karena harus kita bawa balik jangan tinggal sampah disitu,” tandasnya. (Dw.foto.dok.Kemenparekraf)

Related posts