Kenali Gejala dan Penyebab Gangguan Kecemasan Umum

Generalized anxiety disorder atau gangguan kecemasan umum adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami kecemasan atau kekhawatiran berlebih yang berlangsung secara terus-menerus.

Penderita anxiety akan mengalami kecemasan terhadap banyak hal mulai dari pekerjaan, kesehatan, hingga hal-hal yang sederhana, seperti berinteraksi dengan orang lain. Umumnya wanita dipercaya lebih rentan untuk mengidap gangguan ini.

Gangguan kecemasan dapat terjadi akibat kombinasi dari sejumlah faktor penyebab. Seperti pernah mengalami trauma, misalnya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perundungan (bullying), adanya aktivitas berlebihan di bagian otak yang mengendalikan emosi dan tingkah laku, serta pernah menggunakan obat-obatan terlarang atau mengonsumsi minuman keras.

Faktor keturunan juga menjadi salah satu penyebab anxiety disorder muncul, bagi mereka yang memiliki kerabat dekat dengan gangguan kecemasan umum memiliki risiko lima kali lebih besar untuk mengalami kondisi sejenis.

Gangguan kecemasan umum ini dapat dirasakan setiap hari dan penderita kerap kesulitan untuk mengingat kapan mereka merasa rileks. Ketika satu kecemasan sudah terselesaikan, hal lain akan muncul sebagai masalah baru.

Biasanya gangguan ini menetap hingga lebih dari 6 bulan, akibatnya penderita gangguan kecemasan ini akan menjadi sulit menjalani aktivitas dan pekerjaan sehari-hari.

Selain munculnya rasa cemas yang mengganggu, penderita juga akan mengalami tanda-tanda seperti cepat lelah, tegang, mual, pusing, sulit berkonsentrasi, sesak, telapak tangan dan kaki dingin, berdebar-debar (palpitasi), oleng terasa ingin jatuh, kembung, nyeri ulu hati dan otot sendi, serta insomnia.

Jika dirasa mengalami tanda-tanda diatas ada baiknya segera periksakan diri ke dokter dan menjalani pengobatan, karena kondisi ini dapat menggagu kualitas hidup dan menyebabkan banyak komplikasi, seperti meningkatkan risiko gangguan psikologis lainnya.

Ada pun beberapa metode pengobatan yang akan diberikan oleh dokter untuk mengurangi gejala, antara lain terapi psikologis seperti cognitive behavioral therapy (CBT), dan obat-obatan yang dapat menyeimbangkan kandungan senyawa kimia alami dalam otak.

Meskipun gangguan kecemasan umum ini tak dapat diprediksi dan dicegah secara langsung, namun ada beberapa cara yang dapat dilalukan untuk mengurangi gangguan kecemasan. Seperti Berolahraga secara teratur, berhenti merokok, membatasi jumlah alkohol dan kafein yang dikonsumsi, melakukan kegiatan atau latihan relaksasi secara teratur seperti yoga, dan melakukan hobi atau kegiatan relaks yang disukai, seperti bermain musik, berkebun, dan lain sebagainya. (Dwi/diolah dari berbagai sumber)

Related posts